P_IMG-20160129-WA003ADAKITANEWS, Ponorogo – Suwito,40, warga Desa Winong, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Kamis(28/01). Suwito bersama 3 teman lainnya merupakan DPO kasus korupai dana hibah bantuan sosial (Bansos) yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, tim Kejari Ponorogo bekerjasama dengan Polres Ponorogo memburu dan menangkap DPO dana hibah. Penggerebekan dilakukan pada malam hari sekitar pukul 18.00 Wib di rumah Suwito. Satu tim berangkat lebih dulu untuk memastikan keberadaan tersangka, sembari menunggu satu tim yang berangkat belakangan.

Setelah tim kedua datang dan yakin jika Suwito berada dirumahnya, tim kemudian mendatangi rumah Suwito untuk melakukan penangkapan. Tanpa perlawanan, pemilik usaha pencucian motor ini langsung dibekuk.

“Setelah mendapatkan informasi bersangkutan berada dirumahnya, kemudian kami mengirim tim untuk melakukan penyelidikan. Begitu sudah bisa memastikan orangnya, tim terdiri dari dua kelompok dibantu  anggota Polres Ponorogo langsung mendatangi rumahnya dan melakukan penangkapan,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo, Sucipto, Jumat (29/01).

Peran Suwito dalam kasus ini sebagai sopir dan sebagai broker dalam penggelapan dana hibah sebesar Rp 5 miliar. “Peran dari Suwito ini selain menjadi sopir juga bersama dengan Sukimin dan Agus Priyo Sayogo adalah mengurus proposal dari Pokmas-Pokmas. Lalu. mengumpulkan kembali uang sudah yang masuk ke rekening Pokmas untuk diserahkan kepada Tony. Jadi bisa dikata Suwito ini semacam broker,” ujar Kasintel Kejari Ponorogo, Agus Kurniawan.

Sementara itu, satu orang lagi yaitu Tony Hari Sulistyo warga Pasuruan  juga otak dari kasus korupsi anggaran proyek yang berasal dari APBD Provinsi Jatim senilai Rp 5 miliar masih dinyatakan DPO dan belum berhasil ditangkap.

Dalam kasus ini 3 diantaranya yaitu Sukimin mantan Kepala Desa Winong, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Agus Priyo Sayogo mantan Kepala Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo dan M Muzamil warga Dusun Ngipik, Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung telah menjalani proses persidangan dan dijatuhi hukuman penjara.

Dari hasil pemeriksaan tiga pelaku sebelumnya diperoleh data jika tidak semua anggaran senilai Rp 5 miliar tersebut direalisasikan dalam proyek. Diperkirakan dana itu telah dilakukan pemangkasan anggaran senilai  Rp 2.977 juta. Informasi dihimpun, Sukimin yang telah bebas kini juga menjadi DPO Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, Kediri dan Malang.(UK)

Keterangan Gambar : Suwito (menggunakan kaos biru) dibawa di kantor Kejari Ponorogo