Kejari Telusuri Kasus Lain di Desa Pojok

ADAKITANEWS, Kediri – Selain tengah mengusut kasus penggunaan dana kas desa senilai hampir Rp 295 juta oleh mantan bendahara Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri juga mengaku akan menelusuri terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2015/2016 yang di-nol-kan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kediri, Pipuk Firman Priyadi, melalui Kasi Intel, Ahmad Heru Prasetya mengatakan, terkait info adanya manipulasi APBDes Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri tahun 2015/2016 menjadi nol, pihaknya akan menelusurinya terlebih dahulu dengan memperkuat data dan keterangan.

“Kami akan menelusurinya terlebih dahulu. Bilamana itu memang ada indikasi mengarah ke tindak pidana, maka juga akan kami tindak,” cakapnya via telepon, Selasa (06/06).

Terpisah Pj Sekdes Pojok, Jasmani, saat ditemui Tim Adakitanews.com di Kantor Desa Pojok mengaku, tidak mengetahui secara detil kronologis kejadian di-nol-kan APBDes tersebut. Pasalnya yang diketahui pria berkacamata tersebut hanyalah saat APBDes itu jadi dan sudah dalam keadaan nol.

“Setahu saya dulu itu Pj Kades, Pak Parwoko, dan Bendahara yang membuat APBDes tersebut. Ketika saya mengetahui kalau APBDes sudah ada dan nol, saya berusaha meminta print out-nya dana itu digunakan untuk apa saja, namun juga tidak diberikan. Bahkan setahu saya APBDes itu dibuatkan oleh seseorang asal Tulungagung. Perangkat yang lain juga tidak mengetahuinya, hanyalah Pj Kades dan Ali Eko Sasongko yang saat itu masih jadi bendahara,” cakapnya.

Namun ketika Tim Adakitanews.com mencoba untuk menghubungi mantan bendahara Desa Pojok, Ali Eko Sasongko, yang bersangkutan belum berhasil dimintai konfirmasi terkait hal tersebut.(udn)

Keterangan gambar : Pj Sekdes Pojok, Jasmani.(foto:fasihhuddin kholili)

Recommended For You