2015-08-14_18.09.03

ADAKITANEWS, Jombang – Sekitar seratusan hektar tanaman padi di Jombang, Jawa Timur, dipastikan gagal panen atau puso. Hal itu lantaran petani yang memiliki lahan tersebut nekat menanam padi saat memasuki kemarau panjang sehingga mengalami kekeringan. Sementara, musim kemarau di Jombang sudah berlangsung sejak pertengahan bulan April lalu.

Kepala Dinas Pertanian, Hadi Purwantoro, mengatakan, rata-rata tanaman padi baru berumur satu setengah bulan. Tanaman padi mati setelah sawah tak teraliri air hingga kering kerontang,  karena saluruan irigasi tak mampu mengalirkan pasokan air yang telah habis sejak satu bulan terakhir.

Kepala Dinas Pertanian, Hadi Purwantoro, menjelaskan, Sejauh ini pihanya sudah mengimbau para petani untuk menaati sistem pola tanam yang ada berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klematologi dan Geofisika (BMKG). Namun karena bandel, petani membuat kebijakan sendiri dan memilih menanam padi.

“Memang sudah kami imbau sejak awal bahwa daerah-daerah yang tadah hujan ini itu diimbau supaya tidak menamam padi tapi karena petani melihat pengalaman yang terjadi tahun lalu sama dua tahun yang lalu ada hujan di musim kemarau dan pada waktu itu kan menanam padi berhasil sehingga sekarang diulangi lagi ternyata sejak  bulan April sampai saat ini relatif tidak terjadi hujan, ini mengakibatkan kekurangan air sehingga terjadi kekeringan”, kata Hadi Purwantoro, Jumat (14/08).

Menurut Hadi, sebagian besar lahan yang puso itu berada di wilayah utara Sungai Brantas yang  notabene dikategorikan sebagai daerah kering. Diantaranya, Kecamatan Ploso, Kabuh, Plandaan dan kecamatan Ngusikan. Sedangkan sebagian kecil, berada di wilayah selatan.

Akibat kekeringan, para petani dipastikan mengalami kerugian yang jumlahnya cukup besar. Mulai dari biaya tanam, benih, pupuk dan biaya perawatan.  Diperkirakan mencapai Rp. 5 juta per hektar. Karena kemarau panjang, diimbau petani agar menaman tanaman yang sesuai dengan kondisi cuaca dan musim. Seperti, palawija dan cabai.(Tari/Jati)

Keterangan Foto : Petani di Wilayah Kecamatan Ngoro, Jombang, sedang menggarap sawahnya untuk tanaman palawija.