ADAKITANEWS, Sidoarjo – Berbagai cara bisa digunakan seseorang untuk mengenalkan huruf hijaiyah. Jika selama ini banyak yang mengajarkan dengan cara yang konvensional, namun tidak demikian dengan M Hasyim Asy’ari, warga Desa Kepuhkiriman Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.

========

Guru salah satu Sekolah Dasar Islam (SDI) di Kecamatan Sukodono ini memiliki cara yang unik yakni dengan permainan kartu. Ia membuat 80 kartu yang bertuliskan 28 huruf hijaiyah dengan tambahan alif serta tasjid. Dalam kartu tersebut, juga disertakan berbagai tanda baca sehingga secara tidak langsung pemain akan mengenal huruf dan tanda bacanya.

Permainannya cukup mudah. Jumlah pemain harus lebih dari tiga orang. Kemudian, kartu-kartu tersebut dibagikan secara menyeluruh hingga habis. Setelah itu, para pemain cukup menggabungkan kartu-kartu yang sama usai dibagikan. Jika satu orang mengeluarkan tiga kartu sama, maka ia bisa jalan lagi. Namun kalau tidak, ia harus berhenti bermain. “Setelah membuang kartu yang sama maka dijumlahkan yang paling besar bisa membuang lebih dulu,” katanya.

Jika pemain tidak memiliki kartu sama dalam jumlah yang sudah ditentukan pemain lain, maka bisa tetap jalan. Syaratnya, pemain harus memiliki kartu alif. Kartu ini merupakan kartu tertinggi dalam deretan kartu lain. Dalam permainan ini disediakan dua kartu alif sehingga pemain yang memilikinya bisa menggunakan kartu tersebut jika tidak memiliki jumlah kartu sama yang bisa dibuang. “Kartu alif ini bisa digunakan meski pemain lain membuang kartu apapun. Saya buat Alif sebagai master karena alif saya anggap yang paling mulia,” katanya.

Hasyim mengatakan, permainan ini ditemukan setelah ia melihat sulitnya murid-murid untuk mengenal huruf-huruf tersebut. Dalam waktu hanya satu hari, ia pun menemukan permainan tersebut dan melakukan beberapa penyempurnaan. “Pertama kali saya print sempat kesulitan untuk melihat hurufnya saat tertata di tangan. Sehingga saya tambahkan huruf kecil di pojok-pojok kartu layaknya remi agar mudah dilihat pemain,” katanya.

Berbagai permainan dengan huruf-huruf ini juga sudah direncanakan. Ia rencananya akan membuat ular tangga. Permainan yang sudah sering dimainkan anak-anak ini digunakan untuk mengenalkan huruf qalqolah. “Saya sudah rencanakan untuk membuat permainan lainnya. Ini saya buat tidak ada maksud tertentu selain untuk mengenalkan huruf hijaiyah pada anak usia dini dengan cara yang lebih asyik,” tuturnya.(sid2)

Keterangan gambar : M Hasyim As’yari saat mengenalkan huruf hijaiyah melalui kartu.(dok.pribadi)