Kepala Puskesmas Tembelang: Penyimpanan Limbah Medis di Gudang Yang Terbakar Adalah Ilegal

ADAKITANEWS, Jombang – Kebakaran yang menghanguskan gudang limbah medis dari Puskesmas Tembelang pada 22 Mei 2017 lalu bakal berbuntut panjang. Pasalnya, gudang yang dipergunakan untuk menyimpan limbah dari obat-obatan dan alat medis lainnya tersebut disinyalir ilegal.

Plt Kepala Puskesmas Tembelang, dr Binti Sukartini menjelaskan bahwa adanya limbah medis yang disimpan di gudang milik Dinas Kesehatan yang terbakar tersebut, ia tidak mengetahui kondisi terakhirnya. Sebelum peresmian Puskesmas, dr Binti sudah menginstruksikan pegawainya untuk mengosongkan gudang tersebut, dengan alasan bahwa gudang tersebut adalah milik Dinas Kesehatan yang awalnya untuk penyimpanan fogging.

“Sebelum peresmian gedung baru Puskesmas, saya sudah instruksikan untuk dikosongkan,” ungkap dr Binti pada Tim Adakitanews.com di ruangannya, Jumat (26/05).

Masih menurut penjelasan dr Binti, untuk penyimpanan limbah medis sendiri Puskesmas sudah menyediakan tempat khusus yang berlokasi di halaman depan, bersebelahan dengan bangunan utama Puskesmas. Ketika ditemukan adanya limbah medis di gudang belakang, maka itu adalah kegiatan ilegal.

“Kami sudah siapkan tempat khusus di depan untuk penyimpanan limbah bekas obat dan alat-alat medis, seperti suntik dan lainnya. Jika ada barang limbah medis di gudang belakang maka itu ilegal,” ujarnya.

Saat disinggung soal pengelolaan hasil limbah medis tersebut, dr Binti kembali menerangkan bahwasanya selama ini untuk pengelolaan limbah medis, pihak Puskesmas Tembelang menggunakan tangan kedua, yakni bekerja sama dengan rekanan.

“Menurut Peraturan Menteri Kesehatan, bahwa untuk pengelolaan limbah medis harus menggunakan alat khusus yang bernama Incenerator. Karena kami tidak mempunyai alat tersebut, maka pihak Puskesmas Tembelang menggandeng rekanan untuk pengelolaannya,” jelas dr Binti.

Ia juga menegaskan, bahwa akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh di manajemen Puskesmas Tembelang. Jika ditemukan fakta-fakta dari hasil evaluasi, maka pelaku pelanggaran akan dikembalikan ke Dinas terkait untuk menjalani sanksi. Dan jika itu ditemukan kepada pegawai dari perekrutan Puskesmas Tembelang sendiri maka akan ditindak tegas. “Saya akan evaluasi secara menyeluruh, jika didapatkan kesalahan maka akan saya tindak tegas,” pungkasnya.

Untuk penanganan kasus kebakaran itu sendiri masih dalam penanganan Polsek Tembelang. Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Tembelang AKP Ismono Hadi menjelaskan bahwa untuk hasil penyidikan belum selesai, untuk dugaan sementara akibat kebakaran adalah unsur kelalaian petugas Puskesmas.

“Hasil penyelidikan belum selesai, kami belum bisa memastikan penyebabnya. Untuk sementara masih dugaan kelalaian petugas, dan sudah memeriksa beberapa saksi,” ungkap AKP Ismono Hadi saat ditemui Tim Adakitanews.com di Mapolres Jombang.(ar)

Keterangan gambar: Plt Kepala Puskesmas Tembelang, dr Binti Sukartini. (bawah) Puskesmas Tembelang.(foto:adi rosul)

Recommended For You