ADAKITANEWS, Kediri – Rumah produksi pembuatan kerupuk milik Samidi, 69, warga Jalan Veteran RT 2/RW 1 Desa Gurah Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri digerebek anggota Satgas Pangan Satreskrim Polres Kediri, Kamis (01/06) pagi.

Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono, SH, SIK, MH, mengatakan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat terkait adanya produksi usaha makanan berupa kerupuk yel, yang diduga tidak memiliki izin edar. “Satreskrim Polres Kediri berhasil mengamankan pelaku usaha sebagaimana kita melaksanakan Satgas Pangan, dan menindak pelaku-pelaku usaha yang nakal dalam konteks sembako,” ujarnya.

Produksi kerupuk uyel ini, lanjut Kapolres, sebenarnya telah memiliki izin SIUP dan TDP tapi sudah lama masa berlakunya habis. Dan dalam proses pembuatannya, saat pengadukan adonan kerupuk di lempeng atau nampan ditemukan bahan campuran berupa pijer, bleng atau boraks, cetitet, obat puli, atau obat gendar (natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat).

“Pemilik produksi kerupuk uyel, kemarin diamankan Polres Kediri dengan tuduhan membuat atau memproduksi bahan-bahan pangan berupa kerupuk yang tidak sesuai dengan undang-undang kesehatan dan pangan,” imbuhnya saat pers rilis di Mapolres Kediri.

Saat penggeledahan di rumah produksi kerupuk uyel ini, polisi menemukan barang bukti berupa 1 bungkus bubuk bawang putih, 1 pak terasi, 1 pak garam bleng, 1 kantong garam kasar (grasak), 1 bungkus plastik penyedap rasa, 1 jeriken minyak goreng, 1 karung tepung tapioka, 1 karung kerupuk uyel mentah dan 1 karung kerupuk kotak.

Dalam menjual kerupuk ini, lanjut Kapolres, produksi bahan jadi kerupuk uyel ini sudah dijual di wilayah Kabupaten Kediri. “Pemilik kerupuk uyel hanya membuat dan nantinya distributor mengambil di kediamannya, dan dalam keuntungan, omzet perhari sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 142 UU Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 4 miliar.(kdr9)

Keterangan gambar : Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono saat memperlihatkan kerupuk yang mengandung boraks.(foto : taufiqur rachman)