ADAKITANEWSTahu-6, Madiun – Sebuah ketel pabrik tahu di jalan Cempaka, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun meledak. akibatnya tiga orang karyawan mengalami luka bakar serius akibat ledakan itu.

Kencangnya ledakan itu, hingga terdengar dalam radius 200 meter dari lokasi ledakan. Ledakan itu bukan hanya merusakkan ketel, namun kerasnya daya ledak, membuat pabrik tahu yang telah beroperasi selama 12 tahun itu porak poranda.

“Suara ledakan keras terdengar jelas hingga radius 200 meteran. Warga langsung mencari sumber ledakan, kemudian diketahui berasal dari pabrik tahu itu. Mengetahui kejadian itu sejumlah warga ikut memberikan pertolongan pada 3 karyawan yang mengalami luka bakar. Ketiganya dilarikan ke RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun untuk mendapatkan pertolongan medis,” jelas Bagyo warga setempat.

Ketiga karyawan yang mengalami luka serius yakni, Agus warga Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Bambang asal Kabupaten Nganjuk dan Sumarsono asal Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Ketiga korban mengalami luka bakar 40%-70%, saat kini masih menjalani perawatan intensif di RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun.

Belum diketahui secara pasti penyebab ledakan. Dugaan sementara, terjadi kesalahan dalam pengopersian ketel yang sudah 12 tahun dipergunakan dan belum dilakukan peremajaan.

Mahfudi, pemilik pabrik mengatakan, ketel itu biasa beroperasi sejak pukul 18.00 Wib hingga pukul 03.00 Wib. Ketiga karyawan yang menjadi korban merupakan operator khusus ketel atau terbiasa menangani. Sebelum mengoperasikan ketel menurut Mahfudi, acapkali diingatkan untuk menjalankan ketel sesuai urutan atau prosedur selama ini berlangsung. Setelah dicek, ada kesalahan penutupan kran ketel, sehingga mengakibatkan ketel meledak.

“Korban luka serius dialami Agus, tidak lain adik ipar pemilik pabrik tahu, informasi dari rumah sakit kebakaran mencapai 70% dari tubuh. Sedangkan, korban lain mencapai 40% ke atas, keterangan pemilik ledakan terjadi akibat terjadi kesalahan dalam penyetelan ketel,” jelas Kapolres Madiun AKBP Denny Setya Nugraha Nasution.

Kapolres mengatakan sesuai keterangan pemilik pabrik dan hasil pengecekan ketel, terdapat kesalahan prosedur atau kelalaian dilakukan operator, sehingga mengakibatkan beban panas ketel meningkat dengan cepat. Belum sempat mengenali kesalahan, ketel meledak disaat korban Agus dekat ketel, sedangkan 2 korban luka bakar lain kebetulan tidak jauh terkena ledakan.

“Untuk jumlah kerugian belum dapat ditaksir, sebab masih dalam pendataan petugas lapangan. Untuk sementara lokasi pabrik dipasangi garis Polisi dan tidak dioperasikan dulu,” ujar Kapolres Madiun lagi.

Menanggapi itu, Mahfudi menyatakan kesiapan pabrik tahu miliknya untuk sementara waktu tidak beroperasi hingga penyelidikan selesai. “Iya, pak. Saya hanya bisa pasrah atas kejadian itu, berharap korban dapat tertolong,” ujarnya dalam nada pasrah dihadapan AKBP Denny Setya Nugraha Nasution. (UK)

Keterangan Gambar : Kondisi pabrik tahu setelah mengalami ledakan