ADAKITANEWS, Sidoarjo – Dituding ada indikasi main-main lantaran mendanai tes Calon Perangkat Desa (Caperdes) Kwangsan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, akhirnya Ketua BPD setempat, Sulaiman Suwarto angkat bicara.

Pria 59 tahun ini ketika dikonfirmasi Tim Adakitanews.com melalui telepon selulernya membenarkan hal tersebut. “Itu memang menggunakan uang saya sekitar Rp 10 juta. Namun itu disuruh oleh Sekcam Sedati, Abu Dardak. Kebutuhan perangkat desa Kwangsan ini mendesak, karena perangkat yang lama tidak ada yang ahli mengoperasikan komputer. Maka dari itulah tes calon perangkat desa disegerakan pelaksanaannya,” jelasnya. Rabu (24/08).

Sulaiman mengatakan, dipilihnya UNESA sebagai tempat dan penyelenggara tes caperdes adalah karena dianggap sebagai institusi yang berkompeten dan independen. “Saya memang melarang peserta untuk naik motor dan kita fasilitasi dengan bus. Saat tes memang terjadi mati lampu. Tapi bukan dengan sengaja mematikan server,” katanya.

Pasca digelar tes, ia mengaku memang mendengar ada yang protes lantaran tidak terima dengan hasil tes caperdes tersebut. “Hasil tes itu saya pastikan asli. Bahkan Pak Bambang, Wakil Rektor 4 UNESA membenarkan keabsahan hasil tes tersebut. Jadi yang lolos tes tersebut dengan nilai tertinggi 368 itu Rochmawati. Hal itu juga diakui keponakan saya yang juga menjadi peserta tes Caperdes. Rochmawati memang memiliki kecerdasan yang tinggi,” ujarnya.

Sulaiman menegaskan sebenarnya yang protes tidak banyak. Namun hanya satu orang yaitu Agung Handoko. “Setelah melihat pengumuman yang dishare di grup Whatsapp Caperdes, ia kemudian marah dan mengatakan tidak asli. Lalu saya kumpulkan RT dan RW termasuk koramil untuk rapat. Di rapat tersebut saya tunjukkan pengumuman yang asli dari UNESA. Bahkan saat itu saya berani sumpah demi Allah,” tuturnya.

Sulaiman pun meminta agar mereka yang tidak terima dengan hasil tes Caperdes untuk duduk bersama dan berjanji akan menunjukkan bukti-bukti keabsahan tes tersebut.

“Kalau protes minta tes ulang jelas tidak bisa. Maksud saya kalau sudah kalah ya terima saja. Toh yang protes cuma dia, nilainya juga jauh. Yang nilainya mendekati saja tidak ada protes. Kalau memang masih tidak terima, monggo ketemu duduk bersama. Nanti kita tunjukkan bukti-buktinya,” pungkasnya.(pur)

Keterangan gambar : Ketua BPD Kwangsan, Sulaiman Suwarto.(ist)