ADAKITANEWS, Tulungagung – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Tulungagung, Drs KH Asmungi Zaini, M Si, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Tulungagung. Asmungi yang didampingi Sekretaris, Bambang Irianto, SE, AK ,MM, dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan politik tahun 2015 – 2016.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama 4 jam mulai pukul 09.30 WIB dan dilakukan secara tertutup itu, Asmungi disodori 20 pertanyaan yang sebagian besar fokus pada penggunaan dana. “Ada sekitar 20 pertanyaan yang diajukan. Termasuk penggunaan dana bansos. Semua sudah saya jelaskan,” kata Asmungi, Rabu (29/11).

Lanjut Asmungi, bahwa dana bansos sejumlah Rp 123 juta yang dipersoalkan tersebut sebanyak 60 persen digunakan untuk kegiatan pendidikan politik, sedangkan selebihnya untuk kesekretariatan. “Dari hasil audit independen penggunaan dana tersebut tidak ada masalah, tidak ada kerugian negara. Saya sendiri juga tidak paham mengapa ini dipersoalkan,” katanya.

Asmungi menduga terkait pemeriksaan dirinya ada nuansa politis, sehingga kesannya kasus ini dipaksakan.

Sementara pihak kejaksaan sendiri mengaku lebih fokus pada penggunaan dana bantuan politik yang digunakan untuk kegiatan pendidikan politik. Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Tulungagung, Dody Wicaksono menyatakan, kejaksaan juga masih akan mendalami hasil keterangan dari pemeriksaan.

“Pemeriksaan ini sifatnya masih pendalaman atas dugaan kasus korupsi dana bansos,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Kejari Tulungagung kini membidik kasus dugaan penyelewengan dana bantuan partai politik (banpol) tahun 2015-2016. Diketahui jika sejumlah pihak telah diperiksa terkait kucuran dana tersebut, yakni sekitar 30 orang baik dari partai maupun PNS.

Dugaan korupsi banpol 2015 dan 2016 sekitar Rp 123 juta ini diduga ada penyalahgunaan. Hal ini diketahui dari laporan pertanggungjawaban yang tidak jelas keperuntukkannya seperti pengadaan parcel Lebaran dan Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Asmungi, selaku Ketua Partai. Sampai saat ini pihak Kejari belum menetapkan pihak yang dijadikan tersangka dalam kasus ini.(ta1)

Keterangan gambar : Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Tulungagung, Drs KH Asmungi Zaini, M Si, saat diperiksa di Kejari Tulungagung.(foto : acta cahyono)