ADAKITANEWS, Sidoarjo – Berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2017 di Sidoarjo sudah mulai dilakukan. Salah satunya adalah bedah buku berjudul Kiai Dan Santri Dalam Perang Kemerdekaan karya KH Sholeh Hayat di Masjid Agung Sidoarjo, Sabtu (21/10).

Kiai Sholeh Hayat yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim ini mengatakan, buku tersebut ia buat lantaran banyaknya pertanyaan terkait apa yang mendasari terbentuknya Hari Santri. “Banyak buku pelajaran sejarah yang tidak mencantumkan peran santri dalam perang kemerdekaan,” jelasnya.

“Padahal waktu sebelum kemerdekaan itu yang banyak adalah laskar-laskar yang dibentuk dari para santri. Lalu mereka bergabung menjadi tentara Hisbullah dan tentara Sabilillah. Untuk yang muda mereka masuk Hisbullah sedangkan yang sepuh masuk ke Sabilillah. Dan tentara Hisbullah dan Sabilillah ini merupakan cikal bakal dari TNI,” katanya.

Dalam pemaparannya, Kiai Sholeh Hayat mengatakan dalam buku sejarah yang dikenal hanya Bung Tomo yang identik dengan takbirnya yang lantang. “Padahal sebelumnya, Bung Tomo sempat sowan kepada Mbah Hasyim Asyari terkait kondisi negeri. Kemudian Mbah Hasyim mengatakan sampaikan resolusi jihad melalui radio dan diiringi dengan takbir,” jelasnya.

Menurutnya Mbah Hasyim Asyari pernah menggelar pertemuan kiai untuk resolusi jihad. “Karena saat itu tentara Sekutu datang untuk menjajah. Namun akhirnya Jenderal Mallaby berhasil ditembak oleh pasukan indonesia dan mengusir tentara sekutu,” paparnya.

“Adalagi yang tidak dicantumkan dalam buku sejarah yakni mobil tank milik sekutu pernah diledakkan dengan dimasuki granat oleh Mbah Hasyim dan Kiai Maksum,” imbuhnya.

Lalu ada lagi simbol para santri yang digunakan saat Proklamasi Kemerdekaan RI. “Saat itu seluruh masjid di Jakarta membunyikan bedug untuk mengumpulkan warga mengikuti proklamasi Kemerdekaan RI. Sayangnya untuk saat ini banyak sekali masyarakat kita yang melupakan jasa santri. Entah lupa atau memang sengaja dilupakan wallahualam,” pungkasnya.

Sementara itu diketahui, Prof Dr Aminudin Kasdi yang diundang dalam kegiatan bedah buku tersebut tampak tidak hadir lantaran ada keperluan di Kampus UNESA tempatnya mengajar.(pur)

Keterangan gambar : KH Sholeh Hayat saat membedah buku karyanya di Masjid Agung Sidoarjo.(foto: mus purmadani)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171023_091408-1024x767.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171023_091408-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,bedah buku,Berita,hari santri,sejarah,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2017 di Sidoarjo sudah mulai dilakukan. Salah satunya adalah bedah buku berjudul Kiai Dan Santri Dalam Perang Kemerdekaan karya KH Sholeh Hayat di Masjid Agung Sidoarjo, Sabtu (21/10). Kiai Sholeh Hayat yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim ini mengatakan,...