ADAKITANEWS, Tulungagung – Beberapa bulan belakangan ini, klaim RSID dr Iskak terlambat dibayar BPJS Kesehatan.

Menurut Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto, BPJS Kesehatan memang terlambat melakukan pembayaran klaim sudah sebulan ini. Akibat tertundanya pembayaran klaim ini, pihak manajemen RSUD dr Iskak menempuh langkah untuk melakukan efisiensi.

“Kita tidak boleh mengorbankan pelayanan kepada pasien, akibat pembayaran dari BPJS yang tertunda. Sekali lagi, pasien adalah prioritas. Yang kita lakukan adalah melakukan efisiensi dan menempuh skala prioritas, yang tidak mengganggu kepentingan layanan,” kata Supriyanto, Jumat (11/11).

Supriyanto mengatakan, nilai yang belum terbayarkan untuk satu bulan terakhir oleh BPJS kepada pihak rumah sakit milik daerah ini mencapai Rp 13 miliar lebih. “Tunggakan ini merupakan tagihan untuk rawat inap. Sedangkan untuk yang rawat jalan sudah terselesaikan,” ujar Supriyanto, dokter spesialis bedah yang hobi offroad ini.

Dapakah tidak menggangu cash flow ? “Tentu saja akan mengganggu operasional kita, tapi kita harus melaluinya, ibarat off road, apapun rintangannya, harus kita taklukkan sampai garis finish,” katanya.“Kita tidak melakukan pemangkasan anggaran. Yang terjadi hanya sebatas prioritas saja, itu yang kita jaga. Hal-hal yang paling mendesak, itu yang kita dahulukan,” tambah Supriyanto.

Lanjut Supriyanto, rumah sakit dokter Iskak Tulungagung ini merupakan salah satu rumah sakit yang sudah memiliki instalasi khusus yang mengurusi masalah klaim, sehingga hak-hak rumah sakit bisa terbayar dengan baik dan benar.(ta1)

Keterangan gambar : Antrean pasien di loket pendaftaran.(foto : acta cahyono)