2016-01-22_06.53.13ADAKITANEWS, Nganjuk – Kantor Lingkungan Hidup (KLH) di anggap telag melanggar aturan dengan memotong beberapa pohon di pinggir jalan. Hal ini membuat DPRD Kabupaten Nganjuk yang mendapat tekanan dari masyarakat akhirnya menghentikan proses pemotongan pohon tersebut.

Sebenarnya, KLH Kabupateb Nganjuk bersama DPRD Kabupaten Nganjuk telah membuat kesepakatan. Kesepakatan itu dituangkan dalam dalam Rapat Kerja Komisi C DPRD Kabupaten Nganjuk yang dituangkan dalam surat bernomor 170/042/411.100.01/2016 tertanggal 20 Januari 2016. Dimana, kriteria pohon pinggir jalan yang bisa di tebang adalah, pohon yang kemiringannya sudah 30 derajat, pohon yang kelihatannya kokoh namun di dalamnya sudah keropos dan banyak bekas paku.

Namun, KLH dianggap menyalahi aturan tersebut, sehingga penebangan pohon di pinggir jalan di hentikan komisi C DPRD Nganjuk. Hal ini dilakukan  karena banyaknya laporan dari warga wilayah kecamatan Rejoso yang resah akibat penggundulan pohon yang tidak sesuai aturan. “Kami mengambil sikap tegas karena banyaknya temuan pelanggaran yang terjadi dilapangan,” ungkap Agus Anggota Komisi C DPRD Nganjuk.

Agus menambahkan, Komisi C telah melayangkan surat pemberhentian itu ke KLH. Sementara diketahui surat perintah kerja (SPK) yang dibuat untuk melakukan penebangan yang diberikan kepada rekanan tidak terbatas waktu. Hal ini dianggap melanggar Kepres 52/2010 tentang pengadaan barang dan jasa.

“Saya sudah membaca SPK yang dibuat kepala KLH, salah satu itemnya berbunyi SPK ini dipergunakan sampai dengan selesainya penebangan pohon pinggir jalan,” ujar salah satu Kades di Kecamatan Rejoso.

Sementara, Kepala Desa lainnya mengatakan, jika dibiarkan pemotongannya akan habis pohon dipinggir jalan. Pihaknya menyayangkan pihak KLH yang memotong pohon tidak mempertimbangkan aturan yang ada. “Yang ditebang hanya pohon asem saja,bukan pohon yang ketinggiannya dan kemiringannya layak di tebang,” ujarnya

Agus Juhannoko ketua Forum Kepala Desa (FKD) mengancam akan menggeruduk KLH untuk menghentikan paksa kegiatan tersebut. “Apabila kegiatan itu tidak dihentikan maka kami beserta anggota FKD dan perangkat desa akan mendatangi KLH untuk menghentikan penebangan,” tegas Agus Juhannoko

Terpisah Totok Kepala KLH dihubungi melalui ponselnya mengatakan, kegiatan ini dilakukan karena, sesuai hasil prakiraan cuaca BMKG  di Nganjuk. Menurutnya, Nganjuk akan dilalui badai, untuk mengantisipasi hal tersebut maka pihaknya melakukan penebangan pohon pinggir jalan, untuk mengurangi resiko kecelakaan yang diakibatkan pohon tumbang. “Kami sesuai perkiraan BMKG,” urainya.(Jati)