ADAKITANEWS, Kota Blitar – Petugas gabungan dari Satlantas Polres Blitar Kota, BNNK Blitar, dan Kemenhub menggelar tes urine dan tes kesehatan bagi para awak bus di Terminal Patria, Jumat (16/06) siang. Tes kesehatan dan tes urine bagi awak bus ini sebagai bentuk antisipasi menekan angka kecelakaan menjelang angkutan Lebaran 2017.

Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Rizky Triputra mengatakan, para awak bus dicek kesehatannya, mulai tensi, gula darah, dan kolesterol. Selain itu, para awak bus juga diminta mengikuti tes urine. Dari hasil pemeriksaan sementara, rata-rata tensi dan kolesterol para awak bus lumayan tinggi.

“Sekitar 30 sopir dan awak bus yang kami periksa kesehatannya, rata-rata kolesterol dan tensi darah mereka tinggi. Kalau hasil tes urine sejauh ini masih negatif,” katanya, Jumat (16/06).

Menurutnya, para sopir yang memiliki tensi dan kolesterol tinggi berbahaya saat mengemudikan kendaraan. Banyak kasus kecelakaan angkutan umum penyebabnya adalah faktor kesehatan sopir yang bermasalah.

“Kalau tensinya tinggi, mereka bisa pusing sewaktu-waktu. Itu berbahaya kalau pas mengemudi, bisa menyebabkan kecelakaan,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Terminal Patria Kota Blitar, Surojun Munir mengatakan, selain memeriksa kesehatan para awak bus, petugas juga mengecek kondisi bus yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran. Hasil pengecekan yang dilakukan petugas sejak 2 Juni sampai sekarang masih banyak ditemukan angkutan yang tidak layak jalan.

“Setelah kita cek, dari sekitar 100 bus, yang mempunyai kelengkapan hanya 20 bus dan kita nyatakan layak jalan. Selebihnya 80 bus kondisinya tidak layak jalan. Sementara jumlah bus AKDP dan AKAP yang masuk terminal rata-rata 154 bus per hari, katanya, Jumat (16/06).

Seorang sopir bus, Slamet, warga Selorejo Kabupaten Blitar mengatakan, sudah mengikuti cek kesehatan dan tes urine, hasil cek kesehatan tensi darahnya cenderung normal 120. Tetapi, ia mengalami obesitas dari hasil cek kesehatan. Berat badannya 80 kilogram tidak seimbang dengan tingginya yang hanya 165 cm. “Tadi saya disuruh diet untuk menurunkan berat badan,” katanya.

Kondisi berbeda dialami sopir bus lain, Supriyadi. Berat badan sopir bus Tirto Agung jurusan Blitar Trenggalek itu normal. Tetapi tekanan darahnya yang tinggi, yakni mencapai 154. “Meski tinggi, tapi saya jarang merasakan pusing,” ujarnya.(blt2)

Keterangan gambar: Proses tes urine dan tensi di terminal Patria Kota Blitar.(ist)