Komjen Pol (Purn) M Yasin Jadi Pahlawan Nasional, Brimob Lakukan Napak Tilas Madiun Surabaya

Kapolres menerima panji kebesaran PolriADAKITANEWS, Blitar – Diangkatnya Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Purnawirawan (Purn) Dr.H.Muhammad Yasin menjadi pahlawan nasional dimaknai dengan suka cita oleh Kepolisian Republik Indonesia. Bentuk suka cita ini nampak nyata dengan digelarnya agenda Napak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional Komjen Purn Dr.H.Muhammad Yasin dengan jalan kaki Pasukan Brimob dari Madiun sampai dengan Surabaya.

Pasukan napak tilas yang beranggotakan 30 personel Brimob tiba di Blitar pada Selasa (19/1) setelah sebelumnya pada Senin (18/1) berangkat dari Madiun dengan melewati Nganjuk dan Kediri. Mereka disambut dengan arak-arakan yang terdiri dari personel Polres Blitar Kota dan Polres Blitar, Komunitas Jeep, Komunitas Lancer, tukang becak  dan siswa-siwi sekolah yang berpakaian Pramuka lengkap dengan membawa poster M.Yasin.

Blitar menjadi tonggak penting agenda napak tilas karena M.Yasin memiliki sejarah luar biasa di Blitar. Beliau sempat satu tahun singgah di Blitar tepatnya pada tahun 1948. Beliau juga punya andil dalam penumpasan antek-antek PKI yang berpusat di Hotel Tugu Sri Lestari Kota Blitar dan Blitar Selatan serta pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 dimana beliau memiliki andil mengatur strategi penumpasan.

“Beliau sempat Dinas di Polres Blitar waktu itu. Kala itu Polres Blitar masih menjadi satu dan belum pecah menjadi dua seperti sekarang. Dan waktu itu beliau juga sempat singgah di Pendopo Kabupaten Blitar,” kata Jonathan, sejarawan dari IKIP Surabaya yang membacakan sejarah singkat M.Yasin dalam upacara di Pendopo Kabupaten Blitar.

Jasa M.Yasin yang tidak bisa dilupakan oleh Bangsa Indonesia adalah Setelah Indonesia Merdeka. Yasin melibatkan dirinya secara aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Tindakan pertamanya yang cukup monumental ialah memproklamasikan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia pada tanggal 21 Agustus 1945.

Tak hanya disitu, M.Yasin juga memiliki kontribusi penting dalam perang kemerdekaan 10 November 1945. Kala itu melalui radio dia mengumumlan Polisi Istimewa yang berada dibawah kendali Jepang telah resmi berubah nama menjadi Polisi Indonesia dan dengan lantang menyatakan ikut teribat dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bahkan dialah yang bernegosiasi dengan Komandan Kempeitei  di Surabaya sehingga  mau menyerahkan senjata kepada penjuang Surabaya pada pertempuran 10 November di Surabaya.

“Bahkan Bung Tomo pun pernah bilang, jika tak ada M.Yasin tak ada perang 10 November,” imbuh Jonathan.

Sekitar Pukul 08.00 Wib rombongan arak-arakan tiba di Pendopo Kabupaten Blitar. Pasukan napak tilas langsung masuk menuju pendopo untuk mengikuti upacara yang dihadiri oleh Kapolres Blitar Kota AKBP Yossy Runtukahu, SIK, Kapolres Blitar AKBP Slamet Waluya, SH, SIK, serta pejabat tinggi Kepolisan dan TNI. Dalam upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Blitar Hery Nugroho.

Upacara berisi penyerahan dan penerimaan bendera merah putih, panji-panji Kepolisian serta Surat Keputusan Presiden tentang penetapan M.Yasin sebagai pahlawan nasional. Sekedar diketahui, setelah melalui usulan dengan proses yang cukup panjang, M.Yasin resmi ditetapkan pahlawan nasional pada 14 November 2015 dan merupakan orang pertama dari Kepolisian yang diberikan anugerah sebagai Pahlawan Nasional.

Bupati Blitar Hery Nugroho menjelaskan, agenda Napak Tilas ini dilakukan di Pendopo Kabupaten Blitar karena menurut sejarahya M.Yasin dulu pernah singgah di Blitar dan pernah rapat di pendopo.

“Sehingga setelah M.Yasin mendapatkan gelar pahlawan nasional diadakan acara napak tilas di Pendopo Kabupaten Blitar. dan masyarakat perlu tahu M.Yasin pernah berada di Blitar dan pernah berkegiatan di Pendopo,” kata Bupati.

Sementara itu, Kapolres Blitar Kota AKBP Yossy Runtukahu, SIK mengatakan, dalam agenda ini adalah sebuah upaya sosialisasi kepada masyarakat bahwa M.Yasin telah diberi anugerah Pahlawan Nasioanal oleh Pemerintah Jokowi .

“M.Yasin  memiliki banyak jasa seperti memiliki andil besar dalam perang kemerdekaan dan penumpasan pemberontakan PKI yang salah satu bentuk kegiatanya berpusat di Blitar,” kata AKBP Yossy.

Pukul 09.00 pagi, Pasukan Napak Tilas dilepas oleh Kapolres Blitar Kota, Kapolres Blitar, Bupati dan Forpinda untuk melanjutkan perjalanan ke Malang dan berakhir di Surabaya.( wiro/jati )

Keterangan Gambar : Kapolres menerima Panji kebesaran Polri

Recommended For You