ADAKITANEWS2015-09-29_18.41.12, Madiun — Tiga orang komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor jenis pick up, tertangkap 2015-09-29_18.41.40petugas Sat Reskrim Polres Madiun,Selasa (29/9), di kawasan dekat hutan di Kabupaten Malang. Dari 3 komplotan dan satu penadah, 2 pelaku sempat diberi timah panas di kaki kirinya, akibat tidak kooperatif dan mencoba lakukan perlawanan kepada petugas.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, Sebelum penangkapan, Polres mendapat laporan pencurian Mitshubhisi T120 SS nopol AE 9415 SD, milik Amat Sanem warga Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, dilaporkan Rabu (23/9) pukul 07.00 lalu. Dari keterangan korban dan saksi, sekitar pukul 09.00 Polres Madiun memperoleh informasi pick up dibawa ke arah Malang.

“Atas petunjuk sangat berarti itu, tim dipimpin Kasat Reskrim (AKP Gatot Budi Setyo) langsung menuju Malang, sesuai petunjuk mobil akan ‘dilempar’ ke penadah pada suatu tempat. Sekitar pukul 17.20, petugas menemukan 3 orang dan pick up milik Amat Sanem ada dilokasi, mereka langsung digerebek,” jelas Kapolres Madiun AKBP Tony Yoyon Surya Saputra, Selasa (29/9).

Namun, 2 pelaku mencoba melawan, akhirnya diberi peringatan tegas yaitu ditembak kaki kirinya. Pelaku ditembak yaitu Riyanto,52, pemetik/warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang dan Moh Irfani Jumadi ,30, perantara penjualan /Kelurahan Cempaka Mulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Sedangkan penadah Dwi Suryanto ,36, warga Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, ikut ditangkap dan dibawa ke Mapolres Madiun menjalani pemeriksaan intensif. Riyanto merupakan residivis kasus yang sama di Polres Cirebon Jawa Barat, dan Irfani buron Polres Blitar dengan kasus perampokan truk. Dalam melakukan aksinya, keduanya dibantu Hendrik Triliyanto,35, pengawas/warga Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Hasil pemeriksaan kepada Riyanto dan Moh Irfani, mereka telah malang melintang di 13 di Jawa Timur yakni Polres Madiun, Ngawi dan Batu. Serta 10 daerah di Jawa Tengah yaitu Ambarawa 3 TKP, Sragen, Unggaran, Demak masing-masing 2 TKP dan Karanganyar satu TKP. Naas, dalam aksi ke-13 nya mereka tertangkap petugas Sat Reksrim Polres Madiun.

Petugas mengamankan barang bukti satu unit motor Yamaha Mio nopol AE 3142 BQ, 2 mobil pick up terpasang nopol N 8568 KB warna hitam dan nopol KT 8290 MN hasil pencurian di Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Lalu, kunci letter T, uang Rp 4,9 juta, sejumlah nopol kendaraan, ponsel dan lainnya.

“Atas perbuatannya, 3 pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke 3e, ke 5e dan pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. Bagi penadah dikenakan pasal 480 KUHP diancam hukuman 4 tahun penjara. Kami juga sudah laporkan kepada Polres lain untuk mendalami. Sedangkan, beberapa Polres siap mengirimkan penyidiknya ke Polres Madiun,” ujar AKBP Tony Yoyon Surya Saputra

Riyanto mengatakan sebagian besar hasil curian dipakai foya-foya seperti kompleks pelacuran hingga minum-minuman keras. “Saya sendiri, hanya sebagian kecil berikan kepada keluarga untuk keperluan sehari-hari. Saat beraksi di suatu daerah, saya dan Irfan melibatkan pelaku warga daerah sekitar,” ujarnya singkat. (UK)

 

Keterangan foto: Komplotan pencuri spesialis pick up sebanyak 3 orang dan satu penandah tengah digelandang petugas, mereka ketangkap saat melakukan aksi ke-13 di wilayah hukum Polres Madiun. Lalu, mereka dibekuk petugas Sat Reskrim Polres Madiun disuatu kawasan dekat hutan Kabupaten Malang.