ADAKITANEWS, Nganjuk – Program bedah rumah yang diadakan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dianggap masih jauh dari sasaran. Bahkan, kerap hal itu memunculkan berbagai pertanyaan karena program bedah rumah terpusat di beberapa titik saja dan tidak merata.

Menurut penelusuran Tim Adakitanews.com bedah rumah yang dilakukan beberapa bulan lalu hanya berpusat di Desa Banggle Kecamatan Lengkong. sebanyak 439 rumah warga miskin telah dibedah. Berbeda dengan rumah milik Mbah Misi, 80, warga Dusun Katerban Desa Katerban Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Gubuk reyot yang ia tinggali beberapa tahun ini sangat memprihatinkan. Salah satunya ketika hujan turun ia terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangganya.

Kondisi itu membuat beberapa komunitas yang ada di medsos facebook bergerilya untuk mencari donasi dan melakukan bedah rumah milik Mbah Misi. “Berawal dari keprihatinan kami melihat kondisi rumah Mbah Misi. Yang seharusnya layak mendapatkan program bedah rumah tapi tidak dapat. Setelah berdiskusi dengan teman-teman medsos, akhirnya kami memutuskan membuka donasi untuk melakukan bedah rumah Mbah Misi,” ujar Sunarmi, salah satu anggota komunitas medsos yang membantu Mbah Misi.

Ditambahkan Sunarmi, awalnya mereka tidak yakin bisa melakukan bedah rumah tersebut. Namun, dengan setengah keyakinan tersebut ternyata banyak yang menyumbang. “Awalnya dapat donasi Rp 3 juta. Kami memberanikan diri tetap melaksanakan bedah rumah itu, meski sedikit putus asa karena anggarannya masih kurang,” imbuhnya.

Namun Sunarmi dan kawan-kawannya tetap berkeyakinan bahwa niat baik mereka pasti akan mendapatkan jalan keluar. “Akhirnya banyak grup mulai dari pembalap Kolorijo, TAGANA, Satpol PP, TNI, dibantu warga sekitar ikut berpartisipasi membantu kami melakukan bedah rumah. Dann alangkah kaget dan terharunya kami di tengah bedah rumah juga ikut hadir Wakil Bupati Nganjuk, KH Wahid Badrus dan Raditya Yuangga, salah satu anggota DPRD Nganjuk yang paling berperan mencarikan donasi untuk menutupi kekurangan anggaran kami,” terang Sunarmi.

Sementara itu dari pihak TAGANA Kabupaten Nganjuk melalui koordinator Edi Dj mengatakan pihaknya turut prihatin dan bangga atas apa yang dilakukan anggota KKI (Kuliner Kasih Indonesia) yang telah sukses memprakarsai dan memotivasi banyak orang untuk saling membantu.

“Seharusnya program bedah rumah harus sangat selektif dan jangan sampai salah sasaran. Program bedah rumah Dinas PU Cipta Karya senilai Rp 15 juta itu harusnya diperuntukkan bagi warga yang benar-benar miskin,” pungkas Edi.

Mbah Misi, nenek yang dibedah rumahnya merasa bahagia dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantunya. “Kulo matursuwun, omah kulo sampun didandani (Saya berterimakasih, rumah saya sudah diperbaiki),” ungkap Mbah Misi.(Jati)

Keterangan Gambar : Bedah rumah reyot milik mbah Misi di Desa Banggle Kecamatan Lengkong yang dilakukan oleh relawan Medsos