width=

img_7800-xxADAKITANEWS, Kota Kediri – Walikota Kediri kembali menyapa warganya melalui agenda rutin Kopi Tahu. Kali ini giliran Kelurahan Kemasan yang menjadi fokus perhatian orang nomor satu di Kota Kediri itu. Rabu malam (12/10) Mas Abu duduk bersama warga di kawasan Jalan Raden Patah no.42 Kelurahan Kemasan untuk berdiskusi. Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Kediri untuk mendengar kritik dan saran dari warga.

Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri hadir ditengah-tengah warga Kelurahan Kemasan dengan acara Kopi Tahu yang dimulai sekitar pukul 20.00 hingga 23.00 Wib. Tidak hanya kedua pucuk pimpinan itu, Mas Abu juga membawa seluruh jajaran Kepala Satuan Kerja (Satker) se Kota Kediri. Mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Perdagangan, Dinas PU, Dinas Kesehatan hingga Direktur Rumah Sakit Gambiran demi mendengarkan langsung keluh kesah dari warganya.

img_7819Mas Abu mengawali agenda itu dengan memaparkan sejumlah program yang ada di Kota Kediri. Mulai dari Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas), tata cara memanfaatkan Suara Warga Kota Kediri (Surga), E KTP, Bus Sekolah gratis untuk pelajar dan mahasiswa, English Massive, Kopi Tahu dan sejumlah program lainnya. Dimana, sejumlah program tersebut merupakan terobosan yang dibuat oleh Pemkot Kediri guna melayani rakyatnya. Karena sekarang Kota Kediri Melayani atau Kota Kediri the service city, itulah yang jadi branding kota yang berjuluk kota tahu ini.

Kopi Tahu sendiri menurut Mas Abu merupakan terobosan baru dalam menyerap aspirasi masyarakat. Bahkan tidak hanya itu, Kopi Tahu merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan masalah ditingkat bawah. Karena hal itu, semua Satker dibawa agar solusi itu langsung ditangani oleh Dinas yang bersangkutan.

“Kopi Tahu ini merupakan cara kami untuk memecahkan solusi secara cepat dan tepat. Warga juga kita harapkan bisa memberikan ide-ide yang nantinya masukan-masukan itu akan kita usulkan menjadi program kerja Pemerintah Daerah,” terang Abdullah Abu Bakar

img_7817“Sekarang sudah bukan jamannya saling menyalahkan, tapi sudah saatnya kita saling bergandengan tangan mulai dari Pegawai Pemerintah hingga masyarakat untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Demi menciptakan Kota kita tercinta ini lebih baik lagi,” urai Mas Abu.

Acara yang diselenggarakan di Jalan raden Patah no.42 Kelurahan Kemasan dipenuhi warga bahkan terpaksa menutup jalan didaerah perkampungan tersebut. Ketika waktu sepenuhnya diberikan kepada warga langsung sejumlah warga mengajukan ide-idenya.

Warga pun bercerita tentang kebutuhan warga mulai dari masalah persyaratan pengajuan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) hingga permasalahan yang terjadi di Kelurahan Kemasan. Indah warga RT 01 RW 02 langsung menanyakan tentang kegunaan KIA, karena mesti sudah disosialisasikan masih banyak warga yang masih kebingungan.

“Mas Abu mohon penjelasan mengenai manfaat KIA? Keguanaannya nanti seperti apa? Terus cara agar mendapatkan KIA itu syaratnya apa saja?,” tanya Indah

Kemudian Indah juga meminta agar Pemerintah Kota bisa menambahkan berat pada beras untuk masyarakat miskin (Raskin). “Mohon untuk dilakukan penambahan berat pada beras raskin yang dibagikan pada warga,” ujarnya

Menanggapi pertanyaan tersebut Mas Abu menjelaskan KIA merupakan program pencanangan dari Menteri dalam Negeri. Sehingga, Pemerintah Daerah, tambah Mas Abu, tidak memiliki wewenang perihal itu.

“KIA digunakan untuk mempermudah proses pendataan pada anak dan dimungkinkan nantinya akan ada subsidi dari pemerintah untuk anak melalui KIA,” ungkapnya.

Sedangkan untuk penambahan beras raskin, lanjut Mas Abu, nantinya akan diusahakan untuk dilakukan kuota raskin yang diterimakan ke warga dan perbaikan kualitas beras.

Pertanyaan selanjutnya datang dari Sutrisno warga RT 03 RW 01. Ia merasa prihatin dengan kondisi SDN Kemasan yang kekurangan siswa. Sehingga, kegiatan belajar mengajar jadi terganggu. “Mohon perhatian mengenahi kondisi SDN Kemasan yang kekurangan siswa karena hanya ada 50 siswa,” ujarnya.

Dalam hal ini, Mas Abu memberikan saran agar SDN Kemasan di marger. “SDN Kemasan bisa di marger dengan SDN Jadalan sedangkan bangunan SDN Kemasan bisa dipakai untuk kantor kelurahan,” terangnya.

Setelah hampir tiga jam mendiskusikan untuk membangun Kota Kediri lebih baik, sejumlah warga mengaku cukup lega karena bisa langsung mengungkapkan permasalahannya kepada Pemerintah. Ratusan warga yang didominasi oleh bapak-bapak dan ibu-ibu ini akhirnya kembali kerumahnya masing-masing.(Adv/Hms/Zay)