ADAKITANEWS, Sidoarjo – Isak tangis Sulik Dwi Handayani, istri salah satu korban Helikopter HR 3602 milik Basarnas yang menabrak tebing di Gunung Butak Candiroto Temanggung Jawa Tengah, Peltu LPU Budi Santoso tak terbendung saat jenazah suaminya tiba di kediaman, di Perum TWP blok M1 nomor 2 RT 24/RW 5 Desa Karangtanjung Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Senin (02/07) sekitar pukul 12.30 WIB.

Sulik, sapaan akrabnya, tak henti-henti menangis sambil memeluk peti jenazah suaminya. “Pak, aku kok ditinggal,” ujarnya sembari sesenggukan.

Hal yang sama juga terlihat pada putri semata wayang almarhum, Lidia Saraswati, 18. Sejak menjemput jenazah sang ayah di Lanudal Juanda, gadis berhijab ini tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Tampak, siswi kelas XII sebuah SMK ini memeluk dan mencium peti jenazah ayahnya sambil menangis.

Kakak kandung almarhum, Puguh Sarwono mengatakan, Peltu LPU Budi Santoso bekerja sebagai teknisi yang berdinas di Skuadron 400 Wing Udara 1 Lanudal Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut Juanda. “Sejak ada berita helikopter jatuh, kami sekeluarga langsung memantau berita di TV. Kami masih khawatir karena TV belum menyiarkan nama-nama korban,” katanya.

“Saya sempat SMS adik saya, tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB, Kowe tugas nangdi? (kamu tugas dimana?) tapi tidak dibalas. Setelah itu ada berita di TV nama-nama korban salah satunya adik saya. Dan yang semakin membuat keluarga yakin ketika ada orang Juanda (TNI AL) datang ke rumah kalau adik saya jadi korban,” imbuhnya.

Puguh mengatakan hari H lebaran, adiknya sempat tidak pulang. “Hari raya pertama almarhum bilang masih tugas, hari raya kedua pulang dan sempat bercanda dengan kami dan keluarga lainnya. Almarhum kemudian mendapat tugas dan berangkat tanggal 29 Juni kemarin, baru dapat kabar kemarin malam itu Adik saya orangnya senang bercanda, mudah bergaul. Keluarga tidak ada firasat apapun, dan almarhum juga tidak meninggalkan pesan,” katanya.

Jenazah dimakamkan di tempat pemakaman Islam Desa Bligo, Kecamatan Candi, Sidoarjo dekat dengan makam ibu kandungnya, almarhumah Amnah. Selain Budi, ada dua korban lainnya yang gugur dalam tugas dan juga berasal dari Sidoarjo yakni Kapten Laut Solihin, warga Jalan Citarum Nomor 08 Rumdis Lanudal Djuanda dan Serka MPU Hari Marsono, warga RT 02, RW 03 Desa Bringin Bendo, Taman, Sidoarjo.(sid2)

Keterangan gambar : Puguh Sarwono, kakak kandung almarhum, dan Jenazah Peltu LPU Budi Santoso tiba di rumah duka.(foto : mus purmadani)