ADAKITANEWS, Tulungagung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung yang dibantu oleh Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Trenggalek masih terus melakukan pencarian orang tenggelam di Bendungan Wonorejo Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung.

Upaya pencarian korban tenggelam, Soni Lianggita, 22, warga Jalan Ki Mangunsarkoro Kelurahan Tamanan Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, yang dilaporkan tenggelam pada Minggu (05/11) sore, dilakukan sejak pukul 05.00 WIB.

Dalam pencarian tersebut, petugas gabungan dari BPBD, Koramil, Polsek, Basarnas, dan Jasa Tirta dibagi menjadi tiga kelompok. Pencarian dengan menggunakan dua perahu karet masing – masing dari BPBD Tulungagung dan Basarnas Trenggalek, serta satu unit spedboad dari Jasa Tirta waduk Wonorejo.

Kepala Bidang Kedarurata dan Logistik BPBD Tulungagung, Nadlori Alwi mengatakan, pada Minggu (05/11) sore seusai mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dan pemantauan, kemudian dilanjutkan pada Senin (06/11) mulai pukul 05.00 WIB dengan bantuan lima anggota tim Basarnas Trenggalek, lima orang anggota BPBD, TNI, POLRI serta relawan, melakukan pencarian dengan cara penyisiran di sekitar lokasi korban tenggelam.

“Setelah dapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan SAR dan instansi lain untuk melakukan pencarian,” kata Nadlori Alwi.

“Diperkirakan korban tenggelam masih ada di lokasi yang tak jauh dari titik tenggelamnya, jadi petugas gabungan berupaya membuat gelombang buatan dengan menggunakan perahu untuk memudahkan proses penemuan,” ujarnya.

Sementara, Komandan Tim Basarnas Trenggalek, Fitra Casandra menyampaikan, ada dua upaya pencarian yang di lakukan dengan cara manuver menggunakan perahu karet untuk membuat gelombang kecil, agar jasad yang berada di dalam air bisa muncul ke permukaan. Yang kedua dengan melakukan penyelaman.

“Kedua upaya tersebut telah kita lakukan. Hanya saja kita ada kendala dalam penyelaman, hingga kedalaman mencapai delapan meter, pandangan sudah tidak jelas. Jadi kita tidak bisa menyelam lebih dalam lagi, meski arusnya tidak begitu deras,” kata Komandan Tim Basarnas Trenggalek, Fitra Casandra.

Informasi yang dihimpun dari pihak Kepolisian, korban Soni Lianggita, 22, bersama dengan Romlan, 48, warga Desa/Kecamatan Kauman berniat memancing ikan di waduk Wonorejo pada Minggu (05/11). Soni beserta rekannya datang ke waduk wonorejo sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian keduanya turun menuju ke gardu pandang (sebuah pulau kecil di tengah waduk) yang nampak ketika air sedang surut.

“Pukul 10.00 WIB korban bersama rekannya datang dan terus mancing di tengah pulau kecil itu, sama temannya,” kata Kanit Reskrim Polsek Pagerwojo, Aiptu Wempi Riyanto.

Lanjut Aiptu Wempi, keduanya bisa mencapai ke lokasi tersebut, sebab kala itu kondisi air sedang surut dengan kedalaman menuju ke lokasi tersebut setinggi satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa. Namun, sekitar pukul 13.30 WIB hujan mulai turun dan cukup deras, kemudian ketinggian air mulai bertambah dan arusnya juga semakin deras, tetapi keduanya tetap berada di lokasi.

Hingga akhirnya sekitar pukul 16.30 WIB, ketika keduanya hendak pulang, keduanya mulai bingung untuk kembali ke daratan dan memutuskan untuk berenang menuju ke tepian. Soni berenang terlebih dahulu, ketika Soni berada di tengah, kehabisan tenaga membuat korban tenggelam. Sedangkan, Romelan yang mengetahui rekannya tenggelam, mengurungkan niatnya untuk berenang, yang akhirnya dievakuasi menggunakan perahu milik Jasa Tirta.(ta1)

Keterangan gambar : Pencarian Korban Tenggelam di Bendungan Wonorejo.(foto : acta cahyono)