ADAKITANEWS, Kota Madiun – Salah satu sarana pendukung dalam kegiatan pencoblosan adalah ketersediaan kotak suara dan bilik suara. KPUD Kota Madiun sendiri nantinya dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018 akan menggunakan kotak suara dan bilik suara yang sudah usang.

Ketua KPUD Kota Madiun, Sasongko mengatakan, disebut usang lantaran kotak suara dan bilik suara yang akan dipakai tersebut sudah ada sejak pemilu tahun 2004 lalu. Berarti hingga Juni tahun 2018 mendatang, sudah berusia sekitar 14 tahun.

“Meski sudah berusia belasan tahun namun kondisi kotak suara dan bilik suara masih bagus dan layak pakai. Karena bahannya yang terbuat dari alumunium sehingga awet,” jelas Sasongko, Senin (27/11).

Masih menurutnya, KPUD tidak perlu mengadakan pengadaan lagi dengan dasar masih layak pakai dan jumlahnya masih mencukupi.

Sesuai data, nantinya dalam Pilkada serentak di Kota Madiun jumlah TPS direncanakan sejumlah 310. Dengan jumlah kotak suara tiap TPS dua buah, satu untuk kotak suara pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dan satunya untuk Pilihan Walikota dan Wakil Walikota. Dan di tiap TPS akan ada empat bilik suara.

“Kita memiliki 1.956 kotak suara dan 2.668 bilik suara, sehingga nantinya saat pilkada serentak masih sangat tercukupi karena totalnya hanya butuh 620 Kotak suara dan 1240 bilik suara,” jelentreh Sasongko.

Meski jumlah TPS sudah diketahui, namun untuk posisi atau letak TPS masih belum bisa dipastikan. Hal ini karena masih menunggu pemutakhiran data jumlah pemilih.(bud)

Keterangan gambar : Ketua KPUD Kota Madiun Sasongko, menunjukkan sebagian kotak suara usang yang tersimpan.(foto : budiyanto)