ADAKITANEWS, Kota Madiun – Pihak pengelola Wana Wisata Grape, yaitu KPH Madiun telah menyiapkan untuk memberikan santunan asuransi bagi ahli waris atau keluarga korban hanyut di lokasi wisata Grape Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun.

Anis Kusnandar, Kepala Administratur/KKPH KPH Madiun saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, sesuai dengan peraturan asuransi, apabila ada pihak yang meninggal akibat kecelakaan santunannya adalah Rp 15 juta. “Klaim asuransi Wana Wisata Grape ini disampaikan oleh Asuransi Jiwa Syariah, yang merupakan anak perusahaan Perum Perhutani,” ujarnya. Senin (17/04).

Dari beberapa jenis klaim asuransi yang telah ditentukan sesuai dengan aturan yang ada, menurut Anis, korban Grape termasuk kategori korban meninggal akibat kecelakaan di lokasi wisata. Sementara terkait klaim asuransi paling awal sesuai dengan petunjuk teknis adalah segera melapor dalam tempo maksimal 3 hari kalender kerja.

“Setelah melaporkan klaim selanjutnya adalah melengkapi dokumen bagi ahli waris denagn waktu maksimal 30 hari,” jelentrehnya.

Dijelaskan Anis, dokumen yang dilengkapi adalah surat pelaporan klaim dari ahli waris atau peserta dalam hal ini Perhutani yang melapor, fotokopi KTP korban atau ahli waris, bukti tiket masuk wisata, surat keterangan dari pimpinan lokasi wisata, surat keterangan kecelakaan dan atau visum dari kepolisian, serta surat kematian dari Kelurahan, Kecamatan, atau Rumah Sakit.

Belajar dari kasus grape, menurut Anis harus dilakukan evaluasi dan pembahasan. Diantaranya masalah SDM di lokasi wisata, peraturan pengunjung, batas wilayah, fasilitas wilayah, perluasan lokasi wisata harus menjauh dari sungai. “Direncanakan dibuatkan pagar pembatas di pingir sungai,” tegas Anis.

Sementara dalam waktu dekat, Wana Wisata Grape belum akan dibuka sebelum aman, nyaman bagi pengunjung.(bud)

Keterangan gambar: Anis Sukandar, Administratur/KKPH KPH Madiun.(foto: budiyanto)