ADAKITANEWS, Madiun – Sekretaris Daerah Kota Madiun Maidi, Kepaka BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), Agus Purwowidagdo, 3 orang camat dan sejumlah bendahara, kembali diperiksa Tim Penyidik KPK. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota, Jumat (16/12).

Gelombang pertama pemeriksaan dimulai sejak pagi, yakni para camat, bendahara, Agus Purwowidagdo dan mantan manajer PT Lince Romauli Rata (LRR), M Ali Fauzi, yang merupakan perusahaan pemenang lelang pembangunan proyek Pasar Besar Kota Madiun (PBKM). Para camat dicecar sejumlah pertanyaan menyangkut aset milik Walikota Madiun Bambang Irianto.

“Tim penyidik KPK melakukan pengecekan terkait aset Walikota yang berada di wilayah Kecamatan Taman. Sejumlah aset besar milik Bambang Irianto, diantaranya rumah pribadi, rumah keluarga dan SPBU,” jelas Camat Taman, Doris Eko Prasetyo .

Doris yang juga Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) di Kecamatan Taman ini mengakui selama tahun 2009 hingga 2012, nihil atau tidak ada penambahan aset melalui PPATS Taman. “Tadi hanya croscek asset Pak Walikota di wilayah Kecamatan Taman. Tapi jumlahnya berapa saya nggak hafal. Pasti ya ada SPBU dan rumah lah,” tandasnya.

Terpisah, M Ali Fauzi mengaku juga dicecar banyak pertanyaan, seputar pekerjaannya hingga proyek PBKM. “Banyak lah, termasuk soal PBKM. Sudah, ya, itu dulu saja,” ujarnya sembari menutup pintu mobil.

Sedangkan Maidi mengaku dicecar sejumlah pertanyaan oleh tim penyidik KPK terkait pengadaan barang dan jasa termasuk sejumlah kegiatan. Jika sebelumnya tim penyidik KPK menanyakan terkait kegiatan fisik, kali ini cenderung mengarah pada kegiatan non fisik.

“Data yang kita sampaikan ya terkait dokumen pengadaan barang dan jasa tahun 2009-2012. Ini untuk kegiatan non fisik,” ujarnya.

Terpisah, juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ada 15 orang saksi yang diperiksa hari itu. Kesemuanya terkait kasus gratifikasi yang menyangkut Walikota Madiun. “Penyidik masih mendalami kasus itu. Soal penyitaan aset milik Walikota Madiun, belum sampai waktu,” ujarnya.(uk)

 

Keterangan gambar: Sekda Kota Madiun, Maidi.