ADAKITANEWS, Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang dan memblokir rekening milik Walikota nonaktif Madiun, Bambang Irianto (BI). Penyitaan dilakukan dari rekening milik BI di sejumlah bank yang diduga terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“KPK menyita uang di rekening BTPN, Bank Jatim dan BTN. Rekening itu saat ini sudah diblokir dan isinya ditransfer ke rekening penampung KPK untuk dihitung jumlahnya,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dihubungi melalui ponsel, Selasa (21/02) pagi.

KPK sebelumnya juga menyita 4 unit mobil mewah yang ada di rumah dinas Bambang di Madiun. Yakni merk Hummer, Mini Cooper, Range Rover dan Jeep Wrangler. Hingga saat ini, penyidik sudah memeriksa puluhan orang saksi yang berasal dari unsur kepala dinas dan pihak swasta.

Febri mengatakan, guna mempermudah proses penyidikan, pemeriksaan dilakukan di Kota Madiun. Selain kasus pencucian uang, KPK juga mendalami kasus dugaan penerimaan dugaan gratifikasi Bambang Irianto. Penyidik menemukan indikasi penerimaan gratifikasi mencapai Rp 50 miliar dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pengusaha terkait honor perizinan dan sumber lain yang tidak sah.

Menurutnya, dana yang diterima itu dikelola sendiri oleh BI. Sebagian (dana,red) ada yang diubah bentuk menjadi kendaraan, tanah, uang tunai, emas batangan, hingga saham. “Semua dana itu disimpan atas nama sendiri, keluarga, atau korporasi,” ujar Febri.

Untuk diketahui, Bambang Irianto ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penerimaan hadiah terkait pembangunan pasar besar Kota Madiun tahun anggaran 2009-2012 dengan nilai proyek sebesar Rp 76,523 miliar.

Bambang diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya serta berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Atas perbuatan tersebut, Bambang disangka melanggar Pasal 12 huruf i atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hingga hari ini, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di Gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota. Tim Penyidik KPK sendiri baru tiba sekitar pukul 10.20 WIB.(uk)

Keterangan gambar: BARU TIBA – Sejumlah penyidik KPK baru tiba di Gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota, untuk memeriksa sejumlah saksi terkait kasus Walikota Madiun Bambang Irianto.(foto: agoes basoeki)