ADAKITANEWS, Tulungagung – Meski Pemilihan Umum (Pemilu) baru akan digelar tahun 2019 mendatang, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung telah melakukan sejumlah tahapan. Salah satunya adalah uji publik usulan penyusunan Daerah Pemilihan (Dapil) dan alokasi kursi di tingkat Kabupaten Tulungagung yang memiliki 19 Kecamatan tersebut.

Dari hasil uji publik dalam hal penataan Dapil, selain yang telah berlaku selama ini yakni 5 Dapil, ada 2 skema lain yang menjadi masukan. Skema tersebut dari 5 Dapil berkembang menjadi 6 Dapil, dan 5 menjadi 7 Dapil.

Perubahan jumlah Dapil tersebut tetap mengacu pada PKPU nomor 16 tahun 2017, tentang prinsip-prinsip penataan Dapil anggota DPRD Kabupaten/Kota diantaranya kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional dan integralitas wilayah.

Komisioner KPU Tulungagung, Fatah Masrun mengatakan, meski diusulkan 3 skema, namun jumlah alokasi kursi anggota DPRD Tulungagung tidak mengalami perubahan.

“Usulan 3 skema perubahan Dapil tersebut tidak mempengaruhi jumlah kursi di DPRD Tulungagung. Jadi yang bertambah hanya Dapilnya saja,” kata Komisioner KPU TUlungagung, Fatah Masrun, Kamis (15/02).

Tambah Fatah, karena wilayah Kabupaten atau Kota dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta hingga 3 juta orang, maka alokasi kursi di DPRD sebanyak 50 kursi. Tulungagung yang terbagi menjadi 19 Kecamatan tersebut saat ini jumlah penduduknya sebanyak 1.980.557 orang.

“Setelah dilakukan serangkaian diskusi, yang paling memungkinkan hanya 2 skema. Yaitu 5 Dapil seperti Pemilu sebelumnya, atau berubah menjadi 6 Dapil. Ini yang paling mendekati pemenuhan 7 prinsip pedoman penyusunan dapil,” ujar Fatah.

Di pihak lain, Sekretaris Partai Golkar, Bambang Irianto berpendapat jika saat ini yang paling ideal adalah skema 1, yaitu tetap pada 5 Dapil. “Idealnya untuk sekarang ini ya tetap dengan 5 Dapil seperti Pemilu sebelumnya. Apalagi pada momen Pilkada ini, seluruh kader sudah bergerak ke Dapil masing-masing. Jika ada perubahan Dapil, maka bisa saja akan mulai dari awal lagi untuk melakukan sosialisasi,” ungkap Sekretaris Partai Golkar, Bambang Irianto.(bac)

Keterangan gambar : Saat digelar uji publik oleh KPU Tulungagung.(foto : acta cahyono)