Kediri(adakitanews.com)—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri. Debat yang dilaksanakan di Gedung Bagawanta Kabupaten Kediri.

Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan informasi terkait visi dab misi Calon Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa, Selasa (3/11/2020).

Ketua KPU Kabupaten Kediri Ninik Sumarni mengatakan, debat publik tersebut merupakan kampanye yang difasilitasi oleh KPU Kediri. Dalam debat ini Calon Bupati bisa menyampaikan visi misinya kepada masyarakat.

“Ada lima panelis yang dalam debat publik Pilkada Bupati Kediri. Mereka terdiri dari akademisi dan praktisi,” ujarnya.

Pelaksanaan debat publik ini digelar sesuai dengan protokol kesehatan. Pihak KPU Kabupaten Kediri membatasi orang yang masuk dalam ruang debat. Pihak KPU menyiapkan layar proyektor bagi para pendukung Calon Bupati Dhito-Dewi ini.

Dalam debat pertama kali ini membahas tema Kesejahteraan dan Kesehatan Rakyat. Adapun sub tema di antaranya kebijakan bidang pendidikan, kebijakan bidang ketenagakerjaan, kebijakan bidang kesehatan including penanganan, pecegahan dan pengendalian Covid-19.

Selain itu, adapula sub tema mengenai bagaimana kebijakan Dhito-Dewi dalam kebijakan bidang keagamaan, kebijakan bidang sosial budaya, kebijakan bidang Sosial Kemasyarakatan dan Konflik sosial, Kebijakan Bidang Ideologi, HAM, Kebangsaan, Kepemudaan, serta Keperempuanan.

Dalam debat publik tersebit Dhito menyampaikan beberapa programnya, di antaranya di bidang pendidikan. Dia akan meningkatkan sarana prasarana pendidikan. Selain itu, akan meningkatkan kesejahteraan para guru, meningkatkan layanan pendidikan SD dan SMP gratis.

“Kami akan menyiapkan bagaimana proses belajar mengajar pasca pandemi Covid-19,” ungkap Dhito saat mengungkapkan visi dan misinya di depan panelis.

Sementara di bidang ketenagakerjaan, Dhito akan membuat kebijakan program padat karya untuk para korban PHK, meningkatkan SDM pencari kerja. Sedangkan dalam bidang keagamaan, Dhito-Dewi memiliki kebijakan mengenai guru ngaji dan proses belajar-mengajar di Taman Pendidikan Al-Quran.(Oky).