ADAKITANEWS, Kota Kediri – Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri mengadakan bimbingan teknik terkait penyelenggaraan Pilkada 2018 kepada Pemerintah Daerah, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Kediri, di Rumah Makan Lombok Ijo, Jalan Patinus Nomor 16 Kota Kediri, Senin (18/12) malam.

Ketua KPU Kota Kediri, Agus Rofiq menyatakan, bimbingan teknis digelar untuk memberikan pemahaman terkait alur tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri tahun 2018. “Ini adalah upaya kita untuk memberi pemahaman kepada audiens supaya nantinya mereka bisa tahu langkah yang akan dilakukan KPU dan menyebarluaskannya,” tuturnya.

Gus Rofiq juga mengimbau kepada Calon Walikota maupun Calon Wakil Walikota dan masyarakat untuk tidak terlibat money politik karena ada sanksi berat apabila itu terjadi. “Jika yang melakukan adalah pasangan calon maka akan diberikan sanksi berupa pembatalan sebagai pasangan calon dan denda pidana. Dan apabila yang melakukan adalah partai politik atau tim kampanyenya maka akan mendapatkan pidana, bahkan masyarakat pun juga dapat pidana apabila menerima,” ungkapnya.

Selanjutnya Gus Rofiq juga menegaskan bahwa nantinya akan ada sosialisasi terkait money politik kepada masyarakat. “Itu agar masyarakat lebih berhati-hati terkait money politik tersebut,” tuturnya.

Sanksi yang dijatuhkan itu, lanjut Gus Rofiq, bisa dieksekusi setelah mendapatkan putusan dari pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum bersifat inkrah. “KPU kan lembaga administrasi, maka ketika bukti itu sudah ada, baru KPU bisa bertindak sesuai kewenangannya,” tutupnya.

KPU menegaskan, butuh banyak pihak untuk menanggulangi adanya praktik money politik tersebut. Untuk itu masyarakat diimbau untuk ikut mengawasi agar praktik itu tidak terjadi.(adv/kpu.kotakediri/kdr1)

Keterangan gambar: Ketua KPU Kota Kediri, Agus Rofiq.(foto: muchlis ubaidhillah)