ADAKITANEWS, Tulungagung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung mulai hari ini, Sabtu (20/01) melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) terhadap daftar penduduk potensial pemilih pemilu. Kegiatan yang berlangsung sampai 18 Februari 2018 itu, akan dilakukan kepada 884.796 warga yang terdaftar dalam daftar pemilih.

Ketua KPU Tulungagung Suprihno mengatakan, 884.796 daftar pemilih ini didapatkan dari hasil sinkronisasi antara data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir 2014. Jumlah ini bertambah sebanyak 34.743 dari daftar pemilih tetap pada Pilpres 2014 lalu.

Pada pelaksanaan coklit ini Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) akan mendatangi setiap rumah warga, guna memastikan seluruh anggota keluarga bisa terdaftar guna menyalurkan hak suaranya.

“Saat coklit, pemilih hanya menyiapkan dokumen identitas yakni KK dan KTP elektronik ataupun surat keterangan sebagai pengganti KTP elektronik. Untuk yang sudah dicoklit, akan diberikan tanda terima dan stiker,” kata Ketua KPU Tulungagung, Suprihno, Sabtu (20/01).

Lanjut Suprihno, pihaknya tidak hanya melakukan coklit. PPDP nantinya juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, akan pentingnya pemilihan dan tahapan pemilihan yang sedang berlangsung.

Sementara itu dalam pelaksanaan coklit di lapangan, masih ditemukan beberapa warga yang belum memiliki KTP elektronik, mereka juga tidak mempunyai surat keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat. Mereka berdalih KTP elektronik masih dalam proses pengurusan, dan berjanji akan segera dilengkapi.

Gerakan coklit serentak tersebut sebagai upaya KPU dalam menyusun daftar pemilih yang akurat pada pelaksanaan Pilkada Jatim dan Pilkada Tulungagung 2018 . “Nantinya hasil ini akan dilakukan rekapitulasi dan disahkan menjadi daftar pemilih sementara. Sedangkan untuk daftar pemilih tetap akan diumumkan pada akhir April 2018 mendatang,” pungkasnya.(bac)

Keterangan gambar : Petugas saat melakukan coklit kepada pemilih difabel.(foto : acta cahyono)