KPU Tulungagung Fasilitasi Penyandang Disabilitas pada Pemilukada 2018

624

ADAKITANEWS, Tulungagung – Persatuan Cacat Tubuh (Percatu) Tulungagung menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung kurang melakukan sosialisasi tata cara pemilihan untuk para penyandang cacat atau disabilitas hingga ke tingkat bawah seperti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Seperti yang terjadi pada Pemilu sebelumnya, KPPS tidak siap memberi akses bagi penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS).

“Padahal, menurut Peraturan KPU dan juga Undang-undang Pemilu mewajibkan KPU melakukan sosialisasi. Tapi implementasi hingga ke bawah masih kurang, padahal ujung tombaknya di bawah. Kalau mereka tidak paham ya sulit menangani disabilitas,” kata Ketua Percatu Tulungagung, Didik Prayitno Kulmanadi di kantor KPU Tulungagung, Jalan KH R Abdul Fattah, Botoran Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Kamis (28/09).

Dalam kunjungan bersama 50 anggota Percatu Tulungagung tersebut, Didik meminta penyelenggara pemilu hingga di tingkat TPS memperhatikan pelayanan bagi penyandang disabilitas. Didik mengkhawatirkan, pelayanan yang tidak maksimal membuat penyandang disabilitas akhirnya terpaksa tak menggunakan hak pilihnya.

“Sebagai contoh, misalnya pemilih datang awal, ngantre. Karena dia tuna rungu, saat dipanggil tidak dengar. Akhirnya, dia balik (pulang,red) lagi. Kondisi ini yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara Pemilu. Jika memungkinkan ada penjemputan bagi penyandang disabilitas yang tidak memungkinkan untuk datang ke TPS,” ungkap Didik.

Didik menambahkan, dengan segala keterbatasan para penyandang disabilitas, seharusnya ada perlakuan khusus. “Karena kebutuhan antara kita dengan mereka yang normal sangat berbeda. Misalnya jalan menuju TPS yang mudah dipergunakan bagi penyandang disabilitas, kondisi bilik TPS, dan beberapa teknis lain yang harus diperhatikan,” kata Didik.

Sementara itu, Ketua KPU Tulungagung, Suprihno menanggapi keluhan anggota Percatu secara positif. “Itu masukan bagi kami selaku penyelenggara Pemilu. Dalam Pemilukada serentak pada 2018 nanti, kami akan memfasilitasi TPS yang ramah bagi penyandang disabilitas,” kata Ketua KPU Tulungagung, Suprihno.

Lanjut Suprihno, tentang TPS yang ramah terhadap penyandang disabilitas ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan KPPS, agar posisi TPS mudah diakses bagi mereka. Selain itu, KPU juga akan melibatkan Percatu untuk sosialisasi di kalangan mereka, agar penyandang disabilitas paham bagaimana menggunakan hak politiknya.

“Tidak hanya akses ke TPS yang akan kita fasilitasi, mereka kita harapkan juga memiliki keterlibatan langsung dalam Pemilukada mendatang. Bahkan selain melakukan sosialisasi kepada kalangannya, mereka juga bisa menjadi bagian dari penyelenggara, mulai dari PPK, PPS dan KPPS, sepanjang secara jasmani dan rohani memungkinkan,” pungkas Suprihno.(ta1)

Keterangan gambar : Anggota Persatuan Cacat Tubuh (Percatu) saat berada di Rumah Pintar Pemilu KPU Tulungagung.(foto : acta cahyono)