ADAKITANEWS, Kota Kediri – Permasalahan pembayaran proyek bangunan Kampus III Universitas Brawijaya (UB) Kediri ternyata bukan hanya terkait pihak kontraktor dan sub kontraktor saja. Namun juga berimbas pada gaji para kuli bangunan yang belum diberikan.

Informasi yang dihimpun, memang sampai saat ini pihak Sub Kontraktor bahan bangunan kampus III UB Kota Kediri belum juga mendapatkan pelunasan, lantaran janji pihak PT Duta Karya Perkasa (DKP), selaku kontraktor untuk melunasi kekurangan sebesar Rp 2 miliar terus molor. Tak hanya itu, salah satu kuli bangunan UB bahkan mengaku juga belum menerima gaji.

“Tetap saja molor pembayarannya. Belum tahu janji kapan lagi akan dilunasi. Kami hanya orang kecil tak tahu apa-apa. Yang penting kalau gaji kami sudah dibayar, kami bisa tenang,” tutur Kudhori salah satu kuli bangunan kampus III UB.

Sementara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri kembali memantau aset bangunan UB yang terletak di Kelurahan Mrican Kota Kediri, Kamis (04/05).

Pengamanan yang dilakukan ini terkait dengan aset di dalam bangunan kampus III Universitas Brawijaya yang disinyalir akan dipindahkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Kami hanya melakukan pengamanan saja, dengan 5 anggota saya siagakan disini,” ujar Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid.

Selanjutnya, pihak Satpol PP juga berharap warga sekitar Universitas Brawijaya ikut mengamankan dan memantau aset yang ada di dalam bangunan kampus III Universitas Brawijaya. Pengamanan ini juga bersinergi dengan pihak TNI dan Polri, sampai keadaan kondusif dan terkendali.(udn)

Keterangan gambar : Satpol PP Kota Kediri melakukan pengamanan di kampus III UB Kota Kediri.(foto:fasihhuddin kholili)