ADAKITANEWS, Sidoarjo – Jalan-jalan ke Sidoarjo, tak lengkap jika tanpa mencicipi kuliner khas kabupaten berjuluk kota udang ini. Sebagai salah satu daerah pesisir, Sidoarjo dikenal sebagai penghasil makanan khas dari hasil laut seperti kerupuk udang maupun petis. Salah satu kuliner lain yang wajib dicoba adalah lontong kupang.

Kupang adalah hewan sejenis kerang yang banyak ditemukan di pesisir pantai. Setelah dikupas dan dimasak, kupang kerap disajika. Dengan tambahan lontong dan lentho, kemudian diberi kuah petis dan sedikit perasan jeruk nipis. Untuk lebih melengkapi rasa saat menyantap hidangan ini, biasanya kupang lonting juga dipadukan dengan sate kerang, serta minuman es kelapa muda atau degan.

Tak sulit menemukan warung yang menjual makanan berbahan kupang putih ini. Salah satunya adalah Lontong Kupang Keramean, yang terletak di kawasan Jalan Raya Candi, Sidoarjo. Meski warung ini tampak sederhana, namun hampir setiap hari pengunjungnya tak pernah sepi.

Yang menjadikan warung ini selalu ramai dikunjungi warga, adalah karena lontong kupang yang disajikan dikenal tidak amis. Sebab, kalau penjualnya kurang mahir dalam memasak, kupang akan terasa amis sekali. Apalagi kalau kurang bersih sewaktu membersihkannya, bahkan bisa menyebabkan alergi.

Bagi pengunjung yang baru mencoba kuliner kupang lontong khas Sidoarjo ini, sebaiknya datang ke lokasi yang sudah biasa direkomendasikan oleh teman atau keluarga.

Selain pelepas dahaga, ternyata es kelapa muda juga berfungsi sebagai penawar racun. Karena kadang ada orang-orang tertentu yang alergi terhadap kupang.

Pengunjung tidak perlu terlalu ragu untuk mencoba menu lengkap kupang lontong di warung ini. Untuk satu porsi lontong kupang dengan es kelapa muda, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 18 ribu.

Pemilik warung, Yanti, mengaku warung lontong kupang miliknya sudah berdiri sekitar 11 tahun. “Ini merupakan resep warisan turun temurun dari orang tua,” jelasnya kepada Tim Adakitanews.com.

Wanita 34 tahun ini mengatakan, hampir setiap hari dirinya memasak kupang sekitar 4 kilogram lebih. “Tapi kalau hari libur atau sabtu dan minggu bisa sampai lebih dari 8 kilo,” katanya.

Saat ditanya berapa omzet yang diperolehnya perhari, wanita berkulit putih ini enggan menjawabnya. “Waduh, gak usah mas ya. Saya gak enak kalau nyebut omzetnya. Yang pasti Alhamdulillah tiap hari rame pengunjungnya,” pungkasnya sembari tersenyum.(sid2)

Keterangan gambar : Satu porsi lontong kupang lengkap dengan es kelapa muda. (bawah) Beberapa pengunjung yang menikmati lontong kupang keramean Candi.(foto: mus purmadani)