ADAKITANEWS, Blitar – Program transmigrasi atau perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke wilayah pulau lain yang penduduknya masih sedikit terus digalakkan Pemerintah. Namun demikian, Pemkab Blitar mengaku belum bisa melakukan seleksi berapa KK (Kepala Keluarga) yang akan diberangkatkan tahun ini lantaran belum ada kejelasan kuota.

Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Kerja Produktivitas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Abit Subagyo mengatakan, animo KK tahun ini yang ingin bertransmigrasi ada sekitar 200 KK, dan sudah termasuk sisa tahun 2016 lalu.

“Sampai saat ini yang sudah resmi mendaftar untuk transmigrasi sebanyak 57 KK. Jadi untuk tahun ini total sudah ada sekitar 200 KK yang ingin transmigrasi,” kata Abit saat ditemui di kantornya, Rabu (26/04).

Untuk jumlah kuota yang bisa ikut transmigrasi tahun ini, Abit mengaku belum ada kejelasan, sehingga pihaknya belum bisa menyeleksi 57 KK pendaftar resmi. “Kita belum bisa seleksi mereka. Karena kita masih tunggu jumlah kuota yang akan diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Biasanya, kalau mengacu tahun sebelumnya pemberitahuan jumlah kuota akan disampaikan pada bulan Juni,” paparnya.

Abit mengungkapkan, jumlah kuota transmigrasi dari Kabupaten Blitar tahun lalu ada 13 KK, namun ada pengurangan 5 KK karena daerah penempatan yang tidak siap, jadi hanya 8 KK yang melakukan transmigrasi. “Anggaran tahun lalu sekitar Rp 1 triliun lebih dengan jumlah kuota 5 ribu KK se-Indonesia. Namun 2017 ini hanya sekitar Rp 300 miliar, artinya kuota tahun ini berkurang menjadi sekitar 1200 KK se-Indonesia,” jelas Abit.(blt2)

Keterangan gambar: Abit Subagyo, Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Kerja Produktivitas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar.(foto : fathan)