ADAKITANEWS, Madiun – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Madiun menggelar Operasi Pasar (OP) cabai, menyusul makin meroketnya harga cabai di pasaran. Hasilnya, kurang dari satu jam, sebanyak 135 kilogram cabai yang dijual ludes diserbu warga di Pasar Mejayan Baru Kabupaten Madiun, Kamis (12/01).

“Operasi Pasar ini kami gelar bekerjasama dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), BUMN milik Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Kami jual ke pasaran dengan harga Rp 45 ribu per kilogram. Hasilnya, kurang dari satu jam cabai yang dijual habis dibeli warga,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Anang Sulistyono usai melakukan pemantauan.

Ia menjelaskan, peran Disperindag dalam OP tersebut hanya memfasilitasi tempat. Sementara cabainya oleh PPI didapatkan dari petani di Kabupaten Nganjuk. Untuk menghindari aksi borong, pembelian cabai dibatasi maksimal 2 kilogram per orang. Harapannya, cabai yang dijual dengan harga murah tersebut bisa dirasakan banyak orang.

Dikatakan, OP sebenarnya digelar dalam waktu tertentu, sampai harga di pasar normal kembali. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan dalam OP cabai, karena susahnya mencari bahan baku. “Soal berapa lama OP cabai, belum bisa ditentukan waktunya. Pasalnya, ketersediaan cabai di petani juga terbatas,” ujarnya.

Saat OP digelar, harga cabai di tingkat pedagang Pasar Mejayan Baru Kabupaten Madiun diketahui mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram. “Setidaknya kami bisa membantu warga agar membeli cabai dengan harga murah. Kami juga tengah menjajaki kerjasama dengan Bulog,” ujarnya lagi.

Warga yang saat itu ikut dalam OP Cabai mengaku senang. Dengan harga yang ditawarkan itu, mereka bisa membeli 2 kilogram cabai. Sementara jika di pasaran, warga hanya bisa mendapatkan 1 kilogram saja. “Senang, mas. Bisa beli cabai harga murah. Kalau di dalam (pasar) harganya masih tinggi. Disini Rp 45 ribu per kilogram, jelas murah. Meski dibatasi per orang dapat 2 kilogram tidak apa-apa, saya merasa terbantu. Apalagi, saya jualan makanan perlu cabai seperti rujak, pecel dan gado-gado,” ujar Sunarti warga Kecamatan Mejayan.

Sementara itu, OP cabai diketahui juga dilakukan oleh Bulog Sub Divre Madiun sejak Senin (09/01) lalu seharga Rp 80 ribu per kilogram. Namun sejak Kamis (12/01), berubah menjadi Rp 50 ribu per kilogram dan setelah turun itulah makin diserbu masyarakat. Bulog sendiri menggelar OP di 2 lokasi, yakni di kantornya dan di gudang Bulog Nambangan Kota Madiun.(uk)

Keterangan gambar: DISERBU – Lokasi OP cabai di depan Gudang Nambangan Kota Madiun terlihat tengah melayani pembelian cabai.(Foto: Agoes Basoeki)