Ratusan Sekolah di Nganjuk, Masih Terapkan Kurikulum 2013 3Ratusan Sekolah di Nganjuk, Masih Terapkan Kurikulum 2013 4@dakiatanews Nganjuk – Penghentian kurikulum 2013’membuat siswa banyak yang kebingungan. Pasalnya dengan berlakunya kembali kurikulum 2006, maka mereka terpaksa harus membeli buku baru.

Meski pihak sekolah dan para guru merasa lega dengan tidak berlakunya kurikulum 2013, namun mereka juga kebingungan penghentian secara mendadak kurikulum tersebut. Penghentian mendadak itu, para guru harus mengulang sejumlah materi pelajaran untuk dipahamkan pada para siswa.

Muhamad Adim Bahrul Ulum Kepala Sekolah menjelaskan, “Disamping harus mengulang sejumlah materi pelajaran, sistem penilaian belajar siswa yang selama menggunakan  K 13:juga menjadi sia-sia,” jelas Kepala sekolah, MTS Asafi’iyah Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Muhamad Adim Bahrul Ulum.

Sementara, salah seorang siswi menjelaskan, dengan adanya penghentian sementara kurikulum 2013 dab akan dikembalikan pada kurikulum 2006 membuat dia dan teman-temannya kebingungan. Sebab selain harus beradaptasi, mereka harus membeli buku pelajaran baru. Sebab buku pelajaran pada kurikulum 2006 tidak disediakan oleh pemerintah.

“Sebenarnya kami senang diajar dengan kurikulum yang baru, tapi ketika ada perubahan membuat kami bingung, harus beli buku baru lagi dan harus beradaptasi lagi,” ungkap Eva Burkumala, siswi, MTS Asafi’iyah Ngetos.

Terpisah, pihak Dikpora Kabupaten Nganjuk mengaku masih menunggu kepastian hukum terkait penghentian kurikulum 2013 tersebut.  “Kami masih menunggu adanya surat edaran resmi dari kementerian pendidikan sehubungan dengan pengalihan kurikulum, ketika aturan itu sudah di tetapkan maka kami kan melaksanakan,” jelas Muhamad Yasin, Sekretaris Dikpora Nganjuk.

Data Dikpora Nganjuk menyebutkan, terdapat 674 SD, MI Negeri, Swata, 76 SMP, MTS Negeri, Swasta, 24 SMA, MA Negeri, Swasta, serta,  48 SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Nganjuk. Dengan tidak berlakunya kurikulum 2013, maka selurun siswa disekolah tersebut harus kembali menggunakan kurikulum 2006. (jati).

Keterangan Gambar : Siswa di Nganjuk yang kebingungan saat dihentikan K 13