ADAKITANEWS, Madiun – Kantor Imigrasi Kelas II Madiun kembali mendeportasi 2 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina karena melakukan pelanggaran aturan keimigrasian, Sabtu (14/01). Kedua TKA tersebut bernama Xiangxin Wei dan Yiquan Liang yang dideportasi setelah diamankan dari salah satu kantor distributor seluler di Jalan Mayjen Sungkono Kota Madiun beberapa waktu lalu.

“Keduanya diamankan petugas imigrasi satu minggu lalu. Setelah dicek kelengkapan suratnya, ternyata keduanya tidak melaporkan kedatangannya kepada petugas imigrasi. Padahal dua TKA tersebut melakukan kegiatan rapat atau pengecekan barang-barang yang dikirim dari perusahaan di Cina,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Sigit Roesdianto.

Rencananya, kedua TKA warga Guangxi, China itu dideportasi ke negara asalnya melalui Bandara Internasional Juanda Sidoarjo dan menumpang pesawat Air Asia pada Sabtu (14/01) sekitar pukul 15.00 WIB.

Hasil pemeriksaan petugas, kata Sigit, kedua TKA itu tiba melalui Bandara Juanda dengan menggunakan visa kunjungan. Kedatangan mereka ke Kota Madiun adalah untuk bisnis dan meeting terkait dengan salah satu produk ponsel yang pabriknya berlokasi di Cina. “Mereka sekaligus mengecek barang yang dikirim itu dalam keadaan baik atau tidak. Serta kesesuaian dengan jumlah pengiriman dari Cina,” ujar Sigit lagi.

Setelah diperiksa petugas imigrasi, ternyata keduanya melanggar administrasi sesuai dengan pasal 75 Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. “Keduanya menyalahi aturan itu dan tidak dipekerjakan oleh perusahaan di Kota Madiun itu,” tandasnya.

Menyinggung terkait jumlah TKA yang dideportasi pihak Imigrasi, Sigit menyatakan selama 2 bulan terakhir ada sebanyak 6 TKA asal Cina yang dikembalikan ke negara asalnya. “Atas persoalan itu, Imigrasi selalu siap lakukan pengawasan dan penindakan sesuai tugas dan fungsinya,” ujar Sigit. (uk)

Keterangan gambar: JELANG DEPORTASI – Kedua warga Cina melakukan bisnis, harus dideportasi Imigrasi Kelas II Madiun. Saat keduanya tengah menerima penjelasan dari petugas Imigrasi.(Foto: Agoes Basoeki)