ADAKITANEWS, Kota Madiun – Puluhan orang yang berprofesi sebagai tukang ojek konvensional, tukang becak, sopir angkot dan taksi beramai-ramai mendatangi gedung DPRD Kota Madiun, Kamis (19/10). Mereka ingin menyampaikan keluh kesah lantaran merasa penghasilannya berkurang setelah adanya transportasi berbasis online.

Setibanya di gedung DPRD Kota Madiun di Jalan Perintis Kemerdekaan sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah perwakilan massa langsung diterima oleh Ketua DPRD Kota Madiun, Istono beserta beberapa anggota DPRD lainnya di ruang paripurna.

Di hadapan para anggota legislatif tersebut, para perwakilan massa menginginkan agar Aplikasi Go-Jek ataupun Go-Car untuk dihapus, khususnya di Kota Madiun. Dengan dalih keberadaan angkutan berbasis online tersebut sangat mengurangi penghasilan sehari-hari mereka.

Menanggapi aduan dari masyarakat tersebut Ketua DPRD Kota Madiun, Istono akhirnya meminta waktu untuk bisa menemukan solusinya. “Kami mohon diberi waktu karena hasil pertemuan mediasi hari ini perlu untuk dikoordinasikan dengan dinas terkait lainnya seperti Dinas Perhubungan, ataupun Satpol PP,” jelas Istono kepada mereka.

Sementara itu Sutomo, yang merupakan pengemudi taksi dengan tegas menginginkan agar keberadaan Go-Jek ataupun Go-Car untuk dihapus dari Kota Madiun. “Go-Jek dan Go-Car sangat mengurangi pendapatan kami, biasanya kami bisa peroleh Rp 100 ribu atau Rp 150 ribu perhari, sekarang paling hanya Rp 30 ribu atau Rp 50 ribu saja,” ungkap Sutomo, seusai pertemuan.

Hal ini menurutnya terjadi karena Kota Madiun adalah kota kecil yang hanya memiliki tiga kecamatan dan 27 kelurahan saja. Namun demikian ia mengaku mempercayakan penanganan masalah tersebut kepada anggota Dewan.

“Pokoknya Go-Jek maupun Go-Car dihapus. Adanya mereka bikin kerja tidak nyaman tiap hari kejar – kejaran dengan mereka, apalagi tarifnya sangat murah pasti orang milih ke sana. Lha kami bagaimana,” ungkap Purbo, tukang ojek stasiun Madiun.

Hal tersebut juga diamini oleh Sumiran, salah seorang pengemudi becak. “Masa dari Plaza Madiun sampai daerah Nambangan cuma 1 kilometer juga diangkut Go-Jek? kalau kayak gini kami narik apa?” katanya.

Istono mengaku dalam waktu dekat ini akan mengadakan rapat dengan Dinas Perhubungan, KPPT, Satpol PP untuk menemukan solusi terbaik bagi semua pihak. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan urusan ekonomi.(bud)

Keterangan gambar : Puluhan pengemudi ojek, pengemudi becak, sopir angkot, sopir taksi saat memenuhi halaman gedung DPRD Kota Madiun.(foto : budiyanto)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/191017-bud-madiun-gojek-1-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/191017-bud-madiun-gojek-1-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,go-jek,madiun
ADAKITANEWS, Kota Madiun - Puluhan orang yang berprofesi sebagai tukang ojek konvensional, tukang becak, sopir angkot dan taksi beramai-ramai mendatangi gedung DPRD Kota Madiun, Kamis (19/10). Mereka ingin menyampaikan keluh kesah lantaran merasa penghasilannya berkurang setelah adanya transportasi berbasis online. Setibanya di gedung DPRD Kota Madiun di Jalan Perintis Kemerdekaan...