2015-08-06_19.20.17

ADAKITANEWS, Kediri – Setelah Panwaslu tidak bisa menindaklanjuti laporan dari Forum Pegiad Demokrasi (PegaD) terkait pelanggaran KPU, hari Kamis (06/8) ganti yang mengatas namakan Masyarakat Kabupaten Kediri melaporkan kejanggalan Pemilu. Laporannya ini terkait kejanggalan Administrasi salah satu calon bupati Kediri.

Panwaslu menerima laporan dari Khoirul Anam yang mengatas namakan perwakilan dari masyarakat Kabupaten Kediri terkait kejanggalan administrasi salah satu calon bupati Kediri. Kejanggalan administrasi tersebut  antara lain terkait data salah satu calon bupati Kediri yang tidak relevan mulai dari nama pada ijazah, daftar riwayat hidup dan daftar riwayat organisasi.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, dalam laporaannya Khoirul Anam mengatakan pihaknya telah menemukan adanya dugaan pemalsuan data pada daftar riwayat hidup antara lain pada nama yang tertera dalam ijazah, tahun daftar riwayat pendidikan, riwayat organisasi dan riwayat kerja.

“Saya mendapat data dari Website KPU tentang data calon bupati, saya mencurigai daftar riwayat hidup yang dibuat oleh salah satu calon bupati adalah palsu, mulai dari nama yang tidak sama dengan ijazah, tahun tamat SD dan SMP sama pada tahun 1961 dan tahun 1976 beliau menjelaskan telah mejadi kepala puskesmas padahal beliau baru lulus S1 pada tahun 1978. Jika ini memang terbukti maka imbasnya adalah 5 tahun kepengurusan beliau bisa tidak sah,” jelasnya

Pihaknya berharap Panwaslu segera menangani laporan ini namun jika tidak ada tanggapan dari Panwaslu, maka kasus ini akan di laporkan kepada pihak berwajib.”Panwaslu harus menindak lanjuti ini sebagai kasus hukum pidana, kalau dia (Panwaslu-red) tidak menanggapi ini secara serius ya kita tuntut sekalian,” jelas Khoirul Anam

Laporan kejanggalan administrasi ini telah ditindak lanjuti oleh  Panwaslu Kabupaten Kediri dengan memanggil pihak yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Dalam keterangannya, pelapor mendatangkan dua saksi yang telah memberikan keterangan terkait kasus tersebut yang kemudian akan dilanjutkan dengan pemeriksaan pihak KPU Kabupaten Kediri. Dalam hal ini tindak lanjut bawaslu akan dioptimalkan lima hari kedepan guna menentukan kejelasan kasus ini.

“Kami sudah menerima dan mendatangkan para saksi untuk pelaporan dugaan pemalsuan administrasi salah satu calon Bupati Kediri. Kami juga telah meminta keterangan para saksi dan akan segera memanggil pihak terlapor untuk dimintai keterangan. Pihaknya telah memproses laporan ini dan maksimal akan diumumkan lima hari ke depan untuk menentukan status kasus ini,” urai Mudji Harjita Ketua Panwaslu Kabupaten Kediri.(dee/zay)

Keterangan Gambar : Khoirul Anam, pelapor kejanggalan berkas Cabup Kediri