Pengeroyokan

ADAKITANEWS, Nganjuk – Larangan untuk menjual belikan minuman keras (Miras) sudah digalakkan oleh pemerintah Kabupaten Nganjuk, namun masih saja ada orang yang terus menggunakan barang haram tersebut. Bahkan akibat miras tersebut, Mochamad Bachroni,32, warga Desa Kacangan Kecamatan Berbek mengalami luka-luka karena dikeroyok sekumpulan pemuda tidak dikenal yang sedang mabok, Minggu(7/6).

Pengeroyokan itu berawal Bachroni dan dua temannya, Ahmad FR,26, dan Nano,29, warga Dusun Bulak Desa Margopatut Kecamatan Sawahan, sedang asyik nongkrong di taman anjuk ladang Nganjuk. Sekitar pukul 01.30 tiba-tiba datang lima orang pemuda menghampiri korban. Tanpa basa-basi, sekumpulan pemuda yang sedang mabok itu memukul wajah korban berkali-kali. Akibatnya, wajah korban menderita luka memar dan bengkak serta bibir atas robek hingga 2 centimeter.

Seolah tidak merasa bersalah, kelima pemabok langsung pergi meninggalkan korban bersama kedua temannya. Kedua temannya mengaku tidak bisa membantu korban karena diancam oleh pelaku. “Mereka (Pelaku-red) menanyakan motor milik Bachroni, belum dijawab langsung dipukuli,” ujar Ahmad

Dengan diantar kedua temannya, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Kota Nganjuk. Kasubbag Humas Polres Nganjuk, AKP Bambang Sutikno membenarkan pihaknya telah menerima laporan itu dan segera membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara untuk dimintakan visum. “Laporan sudah diterima, para saksi juga sudah dimintai keterangan dan kasusnya masih dalam penyelidikan,” terang AKP Bambang(Jati/zay).