ADAKITANEWS, Kota Blitar – Sekitar ratusan warga dari Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar menyampaikan keluhannya terkait pembangunan ulang Pasar Legi kepada salah satu anggota DPRD Kota Blitar, dalam acara reses masa persidangan II tahun 2017, Selasa (29/08) malam.

Satu diantara warga, Kalim, menangatakan sudah setahun lebih Pemerintah Kota Blitar menjanjikan untuk segera membangun ulang Pasar Legi. Tetapi nyatanya, sampai sekarang belum juga ada kabar. “Sebenarnya kios saya tidak ikut terbakar. Tetapi dampak dari kebakaran itu, saat ini kondisi pasar legi menjadi sepi. Otomatis kan juga mengurangi pendapatan,” papar Kalim, Selasa (29/09) malam.

Selain itu, rata-rata warga Kelurahan Tanjungsari juga mengeluhkan saluran air yang masih belum lancar sehingga ketika musim hujan kerap menyebabkan banjir.

Anggota DPRD Kota Blitar dari Fraksi PPP sekaligus Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaidi mengatakan, setelah mengikuti reses di dapil 1, 2, maupun 3, rata-rata masyarakat Kota Blitar menginginkan pasar legi segera dibangun ulang pasca kebakaran tahun 2016 lalu.

Agus menambahkan, menurut para pedagang dampak dari kebakaran itu, kondisi pasar menjadi sepi sehingga penghasilan mereka menjadi berkurang. “Kami minta kepada Walikota Blitar untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat agar segera mencairkan anggaran pembangunan ulang Pasar Legi yang mencapai sekitar Rp 100 miliar,” jelas Agus pasca reses.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, hingga saat ini memang masih banyak saluran irigasi yang belum berfungsi maksimal. Terutama yang ada di gang-gang. “Makanya kita perlu inventarisasi saluran irigasi yang ada. Sehingga bisa segera diatasi permasalahan saluran irigasi yang seringkali menyebabkan banjir,” paparnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana reses di Kelurahan Tanjungsari.(foto : fathan)