2015-09-10_00.30.07

ADAKITANEWS, Kediri – KPU Jatim larang keras kepada pasangan calon (Paslon) untuk tidak melanggar aturan dana kampanye. Pasalnya, jika salah satu pasangan calon melanggar aturan tersebut terancam dicoret dari pagelaran Pilkada.

Serangkaian persiapan menjelang Pilkada Kabupaten Kediri terus berlangsung. Salah satu persiapannya yakni memberikan pemahaman kepada paslon terkait dana kampanye. Dalam sosialisasi tersebut, secara khusus dihadiri oleh Sasongko yang merupakan salah satu Akuntan KPU Jatim.

Sasongko menjelaskan agar KPU Kabupaten Kediri memperhatikan dua poin dalam melaksanakan audit dana kampanye. Dua point tersebut, pertama terkait sumbangan dana kampanye yang dilarang, yang kedua yakni penyerahan laporan penerimaan dan pengelolaan dana kampanye.

“Jika ada sumbangan dana kampanye digunakan untuk kampanye, Paslon itu bisa langsung dicoret. Dan jika paslon itu terlambat dalam penyerahan dana kampanye satu menit saja paslon juga bisa langsung dicoret,” jelas Sasongko

Lebih lanjut Sasongko mengatakan, kelebihan sumbangan dari yang dilaporkan, Sasongko menegaskan paslon yang melakukan pelanggaran tersebut untuk langsung dicoret dari pencalonan Pilbup. “Dana kampanye yang digunakan harus sesuai dengan data yang diberikan. Ketika diaudit ditemukan kelebihan dana yang digunakan dan tidak dilaporkan, paslon bisa langsung dicoret,” tegasnya.

Pelaporan dana kampanye tersebut, Sasongko menjelaskan dikhusus untuk LPPDK. Pasalnya, hanya LPPDK yang ada sanksinya. “Kalau LADK (laporan awal dana kampanye – red) dan LPPA (laporan penggunaan dan pemasuka anggaran kampanye – red) ini tidak ada sanksinya,” ujarnya.(zay)

Keterangan Gambar : Sosialisasi Dana Kampanye PILKADA 2015 KPU Kabupaten Kediri.