ADAKITANEWS, Nganjuk – Gedung tiga lantai RSUD Nganjuk yang baru dibangun setahun lalu ternyata tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Pihak rumah sakit sengaja mengosongkan ruang di lantai 2 dan merawat pasiennya di lobi dengan alasan kurangnya tenaga medis.

Gedung yang dibangun dan menelan anggaran senilai Rp 16, 08 miliar itu hanya digunakan 2 lantai saja. Manajemen RSUD hanya memanfaatkan lantai dasar untuk rawat inap dan lantai tiga untuk Intensive Care Unit (ICU). Tidak sedikit pula pasien yang justru dirawat di luar ruangan atau lobi gedung.

Manto, 50, salah satu pasien yang dirawat di lobi gedung Bougenvile B tersebut mengeluh jika dirinya terpaksa mendapat perawatan seadanya. Bukan hanya Manto, ada tiga pasien lain yang juga mendapat perawatan di luar kamar. “Saya sakit, mau diapakan saja ya nurut saja. Kami sebagai pasien tidak punya pilihan,” keluh Manto, Sabtu (07/01).

Lain halnya dengan Parlan, warga Kecamatan Prambon yang ingin menjenguk keluarganya di ruang ICU lantai tiga. Lelaki berusia sekitar 75 tahun itu harus tertatih-tatih menaiki tangga dengan kondisi lutut yang tidak begitu baik. Ia akhirnya harus berhenti berkali-kali agar bisa sampai ke lantai tiga. “Lutut saya sakit, saya tidak kuat naik tangga,” tutur Parlan.

Dari pantauan Tim Adakitanews.com di lapangan, gedung Bougenvile B berlantai tiga memang tidak dilengkapi fasilitas lift atau tangga khusus. Lift yang ada hanya untuk mengangkut pasien dan barang keperluan perawatan, itupun letaknya di sisi timur, sementara ruang Bougenvile B menghadap ke barat.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Humas RSUD Nganjuk, Eko Santoso mengakui jika lantai dua gedung Bougenvil B memang sengaja tidak digunakan. Alasannya karena kurangnya tenaga medis yang dimiliki RSUD Nganjuk.

Rencananya, tahun ini pihak rumah sakit akan melakukan rekrutmen tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan tenaga di RSUD Nganjuk. Dengan kata lain, pemanfaatan lantai dua gedung Bougenvil B masih harus menunggu terpenuhinya tenaga medis yang akan melayani pasien RSUD Nganjuk. “Secara pasti rekrutmen tenaga medis akan dilakukan tahun ini. Setelah itu, baru lantai dua gedung Bougenvil B akan digunakan untuk merawat pasien,” jelas Eko Santoso.(jati)