Lapas Kelas I Madiun, Ajukan Ratusan Remisi Lebaran

2015-07-11_17.25.51

ADAKITANEWS, Madiun – Keluarga dan warga binaan Lapas Kelas I Madiun, khususnya beragama Islam berharap mendapat remisi khusus hari besar keagamaan (lebaran) agar cepat kumpul bersama keluarga. Lapas Kelas I Madiun mengusulkan 606 dari 887 warga binaan yang ada untuk mendapatkan resmisi Lebaran tahun 2015  yang tinggal beberapa hari lagi.

“Rincian warga binaan diusulkan mendapatkan remisi, napi kasus tindak pidana umum atau kriminal 216 orang, napi kasus narkoba yang terkait PP 99 tahun 2012 sejumlah 245 orang dan remisi yang tidak terkait PP 99 sebanyak 145 orang,” jelas Kepala Bidang Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun Mashudi, Sabtu (11/7).

Sedangkan warga binaan tidak dapat diusulkan mendapatkan remisi, tambahnya,  karena sebagian dari mereka belum memenuhi syarat untuk diusulkan mendapatkan remisi atau terkendala aturan lainnya. Sedangkan sebanyak  281 orang, tidak diusulkan sebab statusnya masih  tahanan, belum divonis atau belum menjadi warga binaan.

Lalu, sebagian narapidana sudah menjadi narapidana, belum penuhi syarat karena terkait PP 99/2012 belum bayar denda atau belum bayar uang pengganti. Bahkan, ada surat keterangan sebagai justice collaboration dari kepolisian atau kejaksaan. Justice Collaborator sebagai pelaku tindak pidana tertentu, tapi bukan pelaku utama, mengakui perbuatannya dan bersedia menjadi saksi dalam proses peradilan.

Menurutnya, pengusulan remisi baik dalam bentuk pemotongan masa tahanan maupun bebas tersebut adalah warga binaan sudah l berkelakuan baik selama dalam masa tahanan. Seperti tidak pernah melanggar hukuman disiplin, tidak diberikan register M  atau tidak masuk dalam pelanggaran disiplin sehingga hak remisinya dicabut.

“Jadi remisi diberikan pertama, meraka tidak melanggar hukuman disiplin, tidak diberikan register M atau masuk dalam register pelanggaran disiplin. Kalau mereka pernah melakukan pelanggaran, lalu diproses dan dimasukan ke dalam sel atau stram sel selama 12 hari sesuai ketentuan berlaku. Mereka otomatis kita masukan ke register M pelanggar tata tertib. Itu hak remisinya dicabut,” tandasnya.

Ia juga menyatakan selain kriteria tersebut, pengusulan remisi dapat dicabut, karena menurut penilaian tim persyaratannya kurang lengkap dan napi  sering melakukan pelanggaran, meski belum ada register M. Pemberian remisi biasanya diberikan jelang Lebaran tiba atau H-1, pas hari H warga binaan keluar Lapas,” ujarnya lagi. (UK)

Keterangan gambar: Suasana Lapas Kelas 1 Madiun diambil dari depan, dalam lebaran tahun ini (2015) kali ini mengusulkan 606 dari 887 warga binaan yang ada untuk mendapatkan remisi.

Recommended For You