ADAKITANEWS, Kediri – Proses pencarian Mohammad Safrizal, 12, siswa kelas 6, warga RT 4/RW 3 Dusun/Desa Petok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri yang hanyut di Sungai Brantas hingga kini masih melibatkan puluhan orang warga. Tak hanya itu, proses pencarian juga menggunakan ritual kejawen, dengan mengikuti bantal tidur milik korban yang dilarung ke sungai. Warga percaya, tempat dimana bantal itu berhenti, diyakini merupakan keberadaan korban.

Aparat kepolisian dari Polresta Kediri bersama Satpol PP juga ikut dalam upaya pencarian, Rabu (03/04) sore itu. Polisi pun mengimbau warga yang memenuhi jembatan untuk tidak mendekati bibir sungai.

Proses pencarian juga dilakukan di bawah Jembatan Brawijaya Kota Kediri. Bahkan rencananya, warga akan mencari korban hingga ke Bendung Gerak Waruturi di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Namun hingga sore, tanda-tanda keberadaan korban belum juga diketahui. Sementara itu pihak keluarga, masih terus berharap agar korban segera ditemukan. “Kulo nyuwun tambahing doa, mugi-mugi ponakan kulo enggal temu (Saya minta doanya, semoga keponakan saya segera ditemukan),” ujar Supriyanto, paman korban.

Terpisah, Kapolsekta Mojo, AKP Shokib Dimyati mengatakan, hingga sore ini belum ada kabar dari tim Basarnas bahwa korban ditemukan. Namun pihaknya tetap akan terus berusaha menyisir TKP aliran Sungai Brantas.

“Sampai saat ini belum juga ada kabar korban ditemukan, sambil berusaha tetap mencarinya, kita bantu doa supaya segala pelaksanaan mencari korban dilancarkan,” pungkasnya.(udn)

Keterangan gambar : (atas) Foto Mohammad Safrizal bersama ibunya, dan proses pencarian korban.(ist)