ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sebanyak 62 bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Raya Arteri Porong dibongkar paksa oleh Satpol PP Sidoarjo, Senin (17/04). Tidak tanggung-tanggung, proses pembongkaran tersebut melibatkan 200 personel gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri serta menggunakan dua unit alat berat.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Sidoarjo, Yani Setiawan menjelaskan, terkait pembongkaran bangunan liar akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan. Pembongkaran ini, kata Yani, akan dimulai dari utara Tanggulangin, menuju selatan Porong.

Namun, imbuh Yani, ada sedikit permasalahan pada lahan di sisi selatan lampu merah. Yakni terganjal tanah sertifikat milik, atas nama Santoso Al Basor Nomor 524 seluas 1.772 meter persegi.

“Kami akan panggil tim BPLS, BPN, BBWS (Balai Besar Wilayah Surabaya) untuk melihat batas daripada persil milik lahan tesebut. Pihaknya akan mengkaji ulang, sebab di dalam area itu ada batas patok berwarna kuning bertuliskan DBJ dan papan imbauan larang untuk mendirikan bangunan. Kita hanya pelaksana, jika bangunan tersebut berdiri di atas tanah milik Negara tetap dilakukan penertiban. Sementara bangunan yang dipergunakan tempat parkir, kita lewatkan sambil menunggu proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Kelurahan Juwetkenongo, Munika menyatakan pihaknya mengapresiasi pembongkaran ini. Pasalnya, bangunan liar yang berada di Jalan Raya Arteri Porong, pada dua jalur ini semakin bertambah.

“Selain keberadaannya mengganggu, banyak truk parkir juga sehingga membahayakan pengguna jalan, seperti pengendara roda dua terutama anak-anak sekolah,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, pemilik lahan, Santoso Al Basor mengakui bahwa dirinya membeli lahan itu pada seseorang, dan bukan membeli dari pemerintah atau BPLS. “Sedangkan tanah ini sudah ada sejak lama, sebelum ada Jalan Raya Arteri Porong.Jika dibongkar, silakan saja sebab tanah ini ada surat sertifikatnya,” jelasnya.

Sementara, pasca pembongkaran bangunan liar yang terganjal surat sertifikat, petugas Satpol PP Sidoarjo akhirnya hanya melakukan pembongkaran ke sisi selatan dan barat Jalan Raya Arteri, yang menghubungkan Malang-Surabaya dan berada di lingkungan Gempol Sampurno.(sid2)

Keterangan gambar : Petugas Satpol PP Sidoarjo melakukan pembongkaran bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Arteri Porong.(ist)