ADAKITANEWSKorban Traffingking, Ngawi – Sebanyak 5 warga Kabuaten Ngawi, menjadi korban perdagangan manusia ke negara Kepulauan Fiji di bagian selatan Samudra Pasifik, akhirnya tiba di Kabupaten Ngawi, Sabtu (14/3). Sesampai di Kabupaten Ngawi, mereka sebelum pulang ke rumah masing-masing terlebih dahulu di data dan bina oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Ngawi.

Ke lima korban yakni Mamik Sumaryono Purwanto dan Subandi  ketiga warga Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur dua orang lainnya yakni Pairan warga Desa  Sumber, Kecamatan Pangkur dan Lamin warga Desa Waruk Kalong, Kecamatan Kwadungan. Mereka ditipuh makelar pekerja lapangan (PL), sehingga dipulangkan ke tanah air.

Lima pekerja ini mulai meninggalkan Fiji, sejak tanggal 25 Febuari. Setelah sesampai di Jakarta pada tanggal 27 Febuari mereka ditampung Kementrian Sosial, karena dinyatakan terlantar. Selama dua minggu mereka menjalani pemeriksaan oleh kantor Imigrasi serta Mabes Polri berunjung penangkapan dua calo asal warga Kabupaten Ngawi.

Mamik salah satu korban perdagangan manusia mengatakan pulang dari Jakarta ada 9 orang terdiri dari 5 warga Kabupaten Ngawi, 3 warga Kabupaten Magetan dan satu warga Kabupaten Madiun. Terbongkarnya, kasus itu saat salah satu teman melaporkan kantor perwakilan RI disana, mereka semua dinyatakan illegal.

Lalu, mereka pun dipulangkan ke tanah air, meski merasa kaget dan tidak menyangka jadi korban perdagangan manusia. “Awalnya, saya ditawari pekerjaan dengan diiming-imingi gaji tinggi oleh kedua calo asal Ngawi itu. Namun, setelah sesampai disana ternyata saya ketipu, gaji saya terima hanya Rp 40.000 perbulan dan aya bekerja sebagai kuli bangunan,” ujar Mamik lagi.

Sementara itu, pihak korban mengharapkan otak utama bernama Muas Abdullah warga Malaysia dapat ditangkap dan diproses sesuai hukum berlaku. Sedangkan, kedua calo yaitu Purwanto warga Desa Waruk Kalong, Kecamatan Kwadungan dan Budi Sunandar warga Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, akhirnya ditangkap Petugas Bareskrim Mabes Polri dan menjalani pemeriksaan. (UK).

Keterangan Gambar : Setiba di Kabupaten Ngawi, ke-5 korban perdagangan manusia asal Kabupaten Ngawi, langsung didata dan dapat pengarahan dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat. Tampak, mereka dikumpulkan dalam suatu ruangan untuk pendataan dan pengarahan disampaikan Dinsosnakertrans.