rps20160805_192349ADAKITANEWS, Kota Kediri – Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) disejumalah Sekolah Dasar di Kota Kediri tetap diperjual belikan. Melihat hal ini, Dr. M Atrup pengamat dunia pendidikan bingung dan bertanya-tanya mau jadi apa dunia pendidikan jika buku untuk menunjang belajar mengajar saja masih diperjual belikan.

Tim adakitanews.com, mencoba menelusuri terkait praktek jual beli buku LKS untuk Sekolah Dasar (SD) yang sebenarnya sudah tidak diperbolehkan untuk dijual. Tim akhirnya menemukan disejumlah SD Negeri di Kota Kediri yang masih menjual buku tersebut. Yakni, SDN Burengan I, III, IV dan SDN Ngadirejo III Kota Kediri.

Tim berusaha menanyakan kepada wali murid bahkan murid yang menjalani pendidikan di sekolah tersebut secara acak. Hasilnya, mereka mengakui tentang pembelian buku LKS tersebut bahkan membelinya langsung dari guru. “Suruh bayar, belinya diguru, aku membeli tujuh puluh lima (75) ribu,” ujar salah satu siswa di salah satu sekolah tersebut yang memang tidak kami sebutkan identitasnya.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu walimurid, Ia terpaksa harus membeli buku tersebut agar putranya bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Menurutnya, semua guru di sekolah itu menggunakan LKS tersebut sebagai kegiatan belajar mengajar siswa.

“Buku LKS sudah dibagikan minggu kemarin mas. Seluruh buku LKS itu 75 ribu rupiah. Kata anak saya, kalau tidak mau membeli di sekolahan disuruh beli di toko buku katanya ada,” kata salah satu walimurid yang meminta agar identitasnya dirahasiakan.

Mengomentari ini, Dr. M Atrup yang pernah menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kota Kediri menyesalkan dengan adanya praktek tersebut. Menurutnya, LKS untuk SD sudah seharusnya digratiskan dan didanai oleh APBD Pemerintah setempat. “Aduh kok gitu mas ya, saya belum ngecek itu. Tapi kalau benar ada seperti itu, gimana terus mau jadi apa ini dunia pendidikan kita?,” ujarnya kepada tim adakitanews.com, Jumat (05/08)

“Tidak dibenarkan itu. Seharusnya LKS itu gratis karena didanai oleh Pemerintah Pusat melalui kalau disini ya berarti Pemerintah Kota (Pemkot). Bagaimana terusan, seharusnya Guru ditegur itu,” ujar M Atrup yang juga sebagai Dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri

Sebenarnya, Pemkot Kediri sudah menganggarkan 2,5 Miliar agar buku LKS gratis untuk SD. Namun, buku tersebut menurut Siswanto Kepala Dinas Pendidikan masih dalam proses karena ada pembaruan dikurikulum 2013.

“Buku LKS gratis masih di ULP karena kurikulum 2013 ada pembenahan. Jadi semester ini tidak ada buku LKS, dan akan kita berikan pada semester genap nanti LKS gratis ini,” kata Siswanto kepada tim adakitanews.com, Selasa (02/08) kemarin.(Zay)

 

Keterangan Gambar : Inilah buku LKS yang dijual oleh pihak sekolah kepada muridnya.(Foto: Zayyin)