ADAKITANEWS, Blitar – Sebanyak 10 titik di Desa Krisik Kecamatan Gandusari mengalami longsor setelah diguyur hujan semalam. Akibatnya, sembilan rumah milik warga mengalami kerusakan.

Dua diantaranya yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni rumah milik Hadi Sumayar dan Panggih yang terletak di RT 1/RW 2 Dusun Barurejo. Bahkan pemilik rumah, Hadi Sumayar, mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya, ketika tebing setinggi 15 meter longsor menghantam rumah saat ia dan keluarganya sedang terlelap tidur.

Kepala Desa Krisik, Hari Budi Setyawan mengatakan, longsor terjadi pada Rabu (06/12) malam sekitar pukul 23.00 WIB setelah sebelumnya hujan deras mengguyur Desa Krisik. “Ada sepuluh titik, namun yang paling parah di rumah Hadi Sumayar dan Panggih di RT 1/ RW 2 Desa Barurejo,” kata Hari Budi Setyawan, Jumat (08/12).

Hari Budi Setyawan menjelaskan, selain merusak rumah Hadi Sumayar dan Panggih, longsor juga merusak rumah warga lainnya. Beberapa bagian rumah warga ikut ambrol bersama longsoran. “Ada juga di titik lain yang rusak. Ada yang dapurnya ambrol ke bawah ikut terbawa longsor,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan Hadi Sumayar, longsor datang secara tiba-tiba setelah hujan deras. Ia mengaku sempat ketakutan dan bingung mencari bantuan. “Setelah hampir pagi baru ada bantuan, ini badan saya sempat luka-luka tapi sudah mendingan karena sudah berobat ke Puskesmas,” tutur Hadi Sumayar.

Puluhan personel kepolisian dan TNI sempat kesulitan saat membantu warga membersihkan sisa material longsor. Hal itu karena medan yang cukup berat serta tanah yang masih labil.

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, di Kecamatan Gandusari ada lima desa yang rawan longsor akibat daerahnya yang memang berada di bawah tebing lereng Gunung Kelud. Lima desa tersebut diantaranya Ngaringan, Gadungan, Tulungrejo, Semen dan Krisik.

Pihaknya pun mengimbau agar warga mewaspadai longsor saat hujan deras, dan mengungsi ke tempat lain yang lebih aman. “Untuk warga yang tinggal di wilayah yang rawan longsor agar berhati-hati dan mewaspadai kemungkinan longsor susulan. Jika hujan deras, lebih baik mengungsi dulu ke tempat lain yang lebih aman,” pungkasnya.

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Heru Irawan meminta masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Utamanya di daerah yang kondisi geografisnya dikelilingi tebing, seperti beberapa desa di Gandusari.

“Semua potensi bencana bisa terjadi ketika memasuki musim hujan dan cuaca yang tidak menentu seperti saat ini. Mulai dari banjir, tanah longsor, hingga puting beliung. Untuk itu kita meminta masyarakat tetap waspada. Selain itu, kami dari BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek, Koramil, maupun Muspika dan pemerintah desa,” jelasnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana pasca longsor di Desa Krisik Gandusari.(ist)