ADAKITANEWS, Nganjuk – Bencana tanah longsor terjadi di kawasan Dusun Dolopo Desa Kepel Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Minggu (09/04) sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, longsor yang terjadi di area Gunung Wilis itu berukuran luas sekitar 3 hektare. Sementara terkait korban jiwa, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak yang berwenang.

Terkait bencana tersebut, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa juga dikabarkan bakal melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi. Informasi yang diterima Tim Adakitanews.com, rombongan akan berangkat dari Surabaya sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung menuju TKP.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Nganjuk, Soekonjono menyebutkan, sejauh ini belum ada laporkan terkait korban jiwa atau luka karena lokasi longsor berada jauh dari pemukiman penduduk.

“Saat ini tim masih mengecek ke lokasi terkait dengan tanah longsor tersebut. Namun, informasi sementara, longsor itu setinggi 10 meter menutupi sungai, sehingga menjadi bendungan alam,” kata Soekonjono seperti dikutip dari portal antara, Minggu (09/04).

Masih dari media yang sama, Soekonjono juga mengatakan jika tiga hari lalu di tempat yang sama juga terjadi tanah longsor, sehingga musibah kali ini adalah longsor susulan.

Menurut informasi sementara, secara keseluruhan lahan yang rawan sebenarnya sekitar tujuh hektare. Dan lokasi itu mayoritas ditanami cengkih serta mangga.

Ia menambahkan, lokasi tersebut sebenanya cukup jauh dari perkampungan warga. Sementara tentang informasi adanya korban yang tertimbun dalam musibah itu, saat ini timnya masih berupaya memastikan kebenarannya.

Seperti yang saat ini ramai diperbincangkan di media sosial, bahwa ada 5 warga desa setempat yang hingga kini dikabarkan belum pulang ke rumah.

Rencananya, jika sampai esok hari kelima warga tersebut belum juga ditemukan, tim akan melakukan pencarian.(*/kur)

Keterangan gambar: Kondisi longsor di Desa Kepel Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.(ist)