width=

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Kepala Kelurahan Mojoroto Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Basuki mengaku memang mengetahui soal belum digarapnya Tanah Kas Desa (TKD) oleh 10 warganya yang telah menjadi pemenang lelang. Meski demikian, ia menyatakan tidak bertanggungjawab atas tanah tersebut, lantaran hanya menjadi panitia dan saksi saja.

Basuki, saat ditemui Tim Adakitanews.com di kantornya mengatakan, pada dasarnya masalahnya adalah 10 warga tersebut sampai saat ini belum bisa mengerjakan lahan yang sudah dimenangkan dari lelang. “Saya tahu memang sudah 3 bulan lebih lahan yang mereka menangkan dari lelang juga belum digarap,” ujarnya, Jumat (10/03).

Selain itu Basuki juga mengaku, pihaknya tidak ikut bertanggungjawab atas terjadinya permasalahan tersebut lantaran hanya sebagai panitia dan juga saksi. “Kami tidak ikut bertanggungjawab atas permasalahan tersebut. Yang bertanggungjawab adalah DPKAD (Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Kediri. Untuk lebih detilnya silahkan konfirmasi kepada Dinas terkait,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemerintah Kota Kediri, Bagus Alit saat coba dihubungi masih sibuk. Ketika hendak ditemui di kantornya pun, oleh pegawai DPKAD dikatakan bahwa yang bersangkutan sedang tidak berada di kantor.

Untuk diketahui, 10 warga di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto mengeluh lantaran selama 3 bulan ini belum bisa menggarap lahan TKD yang sebelumnya telah mereka menangkan dalam lelang dan sudah melunasinya.(kdr4)

Keterangan gambar : (atas) Kantor Kelurahan Mojoroto. Beberapa warga saat menunjukkan bukti hasil menang lelang.(foto:fasihhuddin kholili)