ADAKITANEWS, Madiun – Petikan putusan kasasi dalam kasus penganiayaan Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dengan terdakwa Ketua Persatuan Rakyat Desa (Parade) Kabupaten Madiun, Dimyati Dahlan akhirnya diterima Pengadilan Negeri (PN) Mejayan Kabupaten Madiun. Dengan adanya keputusan tersebut, eksekusi terhadap terdakwa yang statusnya telah berubah menjadi terpidana dipastikan tinggal menghitung hari.

Salah satu staf panitera pidana Pengadilan Negeri Mejayan mengatakan, putusan kasasi nomor 1004 K/Pid/2015 atas nama terdakwa Dimyati Dahlan, diterima satu mingu lalu. Isi putusan tersebut menolak permohonan kasasi Dimyati Dahlan. “Isi putusan, menolak permohonan kasasi pemohon atau menguatkan putusan sebelumnya (Pengadilan Tinggi Jawa Timur,red). Maka MA telah memvonisnya selama 3 bulan penjara,” jelas salah satu staf yang enggan disebut namanya kepada wartawan, Senin (21/03).

Data yang dihimpun Tim Adakitanews.com menyebut, putusan ini diketok Rabu (18/11/15) lalu oleh majelis hakim agung yang diketuai Andi Abu Ayyub Saleh dengan anggota masing-masing H Dudu D Machmudin dan H Margono. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Mejayan, Arief Koerniawan mengatakan dengan turunnya kasasi atas nama Dimyati Dahlan, kejaksaan siap melakukan eksekusi terhadap terpidana. Namum saat ini, kejaksaan baru menerima petikan putusan dan belum mendapatkan salinan lengkap putusannya.

“Intinya kami (Kejaksaan,red) siap melaksanakan eksekusi terhadap terpidana. Cuma kami baru menerima petikannya. Kami akan koordinasi dengan pengadilan untuk minta salinan lengkap putusannya sebagai dasar untuk melakukan eksekusi. Soal kapan eksekusi dilakukan, tunggu saja,” tandasnya.

Terpisah, mantan Ketua Panwas Kabupaten Madiun, Widodo Widodo memberi apresiasi atas putusan MA itu dan berharap bisa menjadi pembelajaran bagi semua kalangan. “Saya sambut baik atas putusan MA itu, sekaligus jadi pelajaran semua pihak agar tidak berlaku semena-mena atas persoalan tertentu,” ujarnya.

Sebelumnya, di Pengadilan Negeri Mejayan, majelis hakim yang diketuai Udjiati telah memvonis Dimyati Dahlan selama 3 bulan penjara pada Jumat (16/01/15) lalu. Tak puas atas putusan pengadilan tingkat pertama, Dimyati kemudian mengajukan banding. Namun majelis hakim Pengadilan Tinggi Jawa Timur, dalam putusannya nomor 126/PID/2015/PT.SBY, menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama. Demikian juga dengan Mahkmah Agung yang dalam amar putusannya memvonis Dimyati selama 3 bulan penjara.

Untuk diketahui, perkara yang menyeret Dimyati Dahlan ke meja hijau berawal dari kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa di rumah Kepala Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Minggu (5/7/14) silam. Karena saat itu merupakan masa tenang, Panitian Pengawas Lapangan (PPL) Desa Teguhan, Panwascam Jiwan dan Panwaslu Kabupaten Madiun membubarkan acara tersebut. Selain itu juga karena ada salah satu narasumber yang menyebut nama Capres tertentu.

Ketua Panwascam Jiwan Tri Lestari meminta agar kegiatan dihentikan. Dari situ kemudian terjadi keributan yang berujung pada penganiayaan ringan oleh Dimyati Dahlan selaku ketua panitia acara, kepada Tri Lestari. Tak terima atas perbuatan Dimyati, kemudian korban melapor ke polisi hingga pada akhirnya perkara tersebut berakhir pengadilan.(Uk)

Keterangan Gambar : Dimyati Dahlan, terpidana kasus penganiayaan terhadap anggota panwascam Jiwan