2016-05-18_19.55.46ADAKITANEWS, Kota Kediri- Ikatan Mahasiswa Cinta Intelektual (IKMACI) yang berdiri di salah satu kampus di Kediri memberikan dukungan penuh kepada Poernomo Amin Tjahjo, Ketua Pengadilan Negeri kelas I B Kota Kediri untuk bersikap tegas dalam pembacaan vonis terhadap terdakwa Soni Sandra. Para aktivis mahasiswa dari pulau Madura itu berpendapat, suara hakim berkedudukan mutlak dan tidak bisa diperjual belikan dalam penegakan hukum bagi pelaku pedofelia.

“Kami harap majelis hakim tegas dalam menyikapi kasus pedofilia yang ada di Kediri,” ungkap Masyadi, mahasiswa semester VIII Jurusan Hukum di Kediri yang sekaligus menjadi tim penasehat IKMACI.

Menurutnya, IKMACI secara naluriah memberikan dukungan moral kepada Poernomo Amin Tjahjo. Mengingat, pedofilia menjadi masalah besar yang sedang mendera tatanan hidup masyarakat Kediri. Masyadi menambahkan, kasus pedofilia yang menyeret Soni Sandra sebagai terdakwa, kini menjadi perbincangan publik di berbagai kalangan.

“Pedofilia ini menjadi masalah serius yang harus kita cegah, dan berantas bersama para pelakunya,” jelasnya

Bung Yadi, sapaan akrabnya menuturkan, hukum harus tetap berjalan sesuai aturannya tanpa memandang status sosial yang dimiliki terdakwa. Dalam pembacaan vonis Kamis(19/05) pukul 09.00 WIB oleh PN Kelas I B Kota Kediri, akan banyak warga yang berharap pelaku pedofilia mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

“Tentu banyak dukungan mengalir kepada majelis hakim. Karena ini sudah memasuki pembacaan vonis terhadap SS,” urainya.

Dalam pembacaan vonis tersebut, Poernomo Amin Tjahjo, Ketua PN Kelas I B Kediri akan mengundang awak media untuk publikasi hasil sidang. Langkah tersebut diharapkan menjadi jawaban kepada masyarakat yang menunggu perkembangan kasus.

“Awak media silakan datang untuk publikasi. Biar semua tahu hasil sidangnya,” terangnya.(blot)

Keterangan Gambar: Acara diskusi Mahasiswa Madura yang tergabung dalam kelompok belajar IKMACI Kota Kediri, Rabu (18/05).